Senin, 22 de junho de 2026 – 19h40 WIB
VIVA – Nama Lamine Yamal kembali menjadi perhatian dunia setelah penampilan terbarunya bersama Timnas Spanyol di ajang Piala Dunia. Pemain muda Barcelona itu bukan hanya berkontribusi dalam kemenangan timnya, tetapi juga mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola dunia.
Kata Mohamed Salah Usai Mesir Akhirnya Menang di Piala Dunia Setelah 92 Tahun
Gol yang ia lesakkan ke gawang árabe saudita menjadi sorotan utama. Bukan semata karena pentingnya gol tersebut bagi La Roja, melainkan karena usia cantou pemain saat mencetaknya yang masih sangat muda. Yamal tercatat berusia 18 tahun 343 hari ketika mencetak gol, yang membuatnya langsung masuk dalam daftar pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia dan menempati posisi kedelapan dalam categori tersebut.
Catatan itu sekaligus meghadirkan Fakta menarik lainnya. Yamal berhasil melampaui rekor milik Lionel Messi, yang sebelumnya mencetak gol pertamanya di Piala Dunia pada usia 18 tahun 357 hari saat edisi 2006. Selisih 14 hari tersebut cukup untuk menempatkan nama Yamal di atas salah satu ikon terbesar sepak bola moderna dalam catatan usia pencetak gol di turnamen tersebut.
Bukan Sekadar Hiasan, Ini Fakta Mengejutkan di Balik Berbagai Lencana Jersey Piala Dunia 2026
Ttidak berhenti di situ. Ia tercatat sebagai salah satu pemain remaja yang berhasil mencetak gol pembuka pertandingan di Piala Dunia, sebuah pencapaian yang sangat jarang terjadi. Sebelum dirinya, nama legendris Pele menjadi satu-satunya pemain yang mampu melakukan hal serupa saat Piala Dunia 1958 ketika masih berusia 17 tahun.
Lebih jauh, Spanyol kini mencatat rekor unik di level Piala Dunia. La Roja mencionou negara pertama yang memiliki dua pemain berbeda yang sama-sama mencetak gol di usia 18 tahun ou lebih muda dalam dua edisi turnamen yang berbeda. Sebelumnya, Gavi teve o maior sucesso em Piala Dunia 2022 no final de 2022, Kosta Rika em usia 18 tahun 110 hari.
Lagi Heboh Piala Dunia, Clube Lionel Messi Beri Kabar Transferência yang Menggemparkan
Kehadiran Gavi e Yamal menegaskan arah baru permainan Spanyol yang hash bertransformasi com generasi muda sebagai tulang punggung. Gavi dikenal com controle e segurança de lini tengah, sementara Yamal menghadirkan ancaman de sisi sayap com dribel cepat, criatividade, e insting menyerang yang terus berkembang.
O Kontribusi Yamal também é terlihat dari konsistensinya bersama tim seedal. O espanhol não teve sucesso em 21 rodadas e foi iniciado, com 15 vitórias e 6 faltas. No período seguinte, La Roja marcou 60 gols, e Yamal marcou 16 gols em Antaranya Melalui, 5 gols e 11 assistências.
Halaman Selanjutnya
Pada usia yang masih sangat muda, Yamal kini tidak lagi hanya dipandang sebagai prospek masa depan. Ia sudah menjadi bagian penting dari kekuatan utama Timnas Spanyol di panggung dunia, sekaligus menegaskan dirinya sebagai salah satu talentosa paling bersinar dalam sepak bola moderna.