Sabtu, 20 de junho de 2026 – 22h10 WIB
VIVA –Miguel Almiron mendadak menjadi sorotan dunia sepak bola. Gelandang Paraguai foi tercatat sebagai korban pertama aturan baru FIFA yang mulai diberlakukan di Piala Dunia 2026 setelah menerima kartu merah karena berbicara sambil menutupi mulutnya mulutnya dengan tangan.
Antevisão Belanda vs Suécia: Prediksi Susunan Pemain, Duel Hidup Mati Oranje demi Tiket 32 Besar
Momen bersejarah sekaligus controverso itu terjadi saat Paraguai menghadapi Turki pada laga Grup D Piala Dunia 2026 no San Francisco Bay Arena Stadium, sabtu 20 de junho de 2026 WIB. Almiron diusir wasit Ivan Barton no período de acréscimos, babak pertama ketika timnya sedan unggul 1-0.
Insiden bermula ketika pertandingan dihentikan menyusul pelanggaran terhadap penyerang Paraguai, Isidro Pitta. Sejumlah pemain Paraguai kemudian mendatangi wasit untuk memprotes keputusan yang dianggap merugikan tim mereka.
Perkataan Berkelas Ismael Kone Usai Kena Takel Brutal hingga Patah Kaki: Allah Tak Pernah Mengecewakan Saya
Em sua situação atual, Almiron ficou surpreso com Bek Turki, Mert Muldur. No entanto, o time do Atlanta United acabou de sair do campo de batalha com a ajuda de uma equipe que se manteve firme.
Gestur itu rupanya langsung menarik perhatian Muldur. Bek Turki tersebut kemudian menghampiri perangkat pertandingan sambil memperagakan tindakan yang dilakukan Almiron.
Kacau Jelang Laga Hidup-Mati Piala Dunia 2026, Senegal Diterpa Krisis Bonus hingga Kontrak Pelatih
Tak lama berselang, wasit menerima panggilan dari ruang VAR to melakukan peninjauan ulang. Setelah melihat tayangan fora do monitor pinggir lapangan, Ivan Barton memutuskan mengeluarkan kartu merah langsung to Almiron.
Keputusan tersebut sontak memicu perdebatan. Pasalnya, tidak ada contact fisik berlebihan, tekel berbahaya, maupun tindakan kekerasan yang dilakukan Almiron. Hukuman diberikan semata-mata karena e dianggap melanggar regulasi baru FIFA yang mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026.
Aturan tersebut disahkan oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) em abril de 2026 após a revisão das Leis do Jogo que bertujuan memperketat pengawasan terhadap potencial ujaran diskriminatif di lapangan.
“Atas kebijakan penyelenggara kompetisi, pemain mana pun yang menutupi mulutnya dalam situasi konfrontasi dengan lawan dapat dikenai sanksi kartu merah,” demikian pernyataan FIFA ketika meratifikasi aturan baru itu pada abril de 2026.
FIFA menilai kebiasaan menutup mulut saat berbicara dapat menyulitkan pengawasan terhadap ucapan pemain, terutama dalam situasi emosional yang berpotensi memunculkan kata-kata bernada diskriminatif ou melanggar regulasi.
Halaman Selanjutnya
Lahirnya aturan tersebut tidak terlepas dari insiden yang belibatkan playmain benfica, Gianluca Prestianni, dan penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, pertendingan Liga Champions algunapa lalu.