Sabtu, 20 de junho de 2026 – 01:01 WIB
Jacarta, VIVA – Tersangka dugaan fitnah e pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presidente ke-7 RI Joko Widodo, Roy Suryo e Tifauzia Tyassuma ou Dokter Tifa, menjalani rawat inap de RS Polri Kramat Jati setelah pemeriksaan kesehatan, Jumat malam.
Kondisi Roy Suryo e Dr. Tifa Usai Ditangkap Polisi
“Baik Dokter Tifa maupun Mas Roy Suryo, atas rezdrowiesi dokter, bukan atas permintaan sendiri, dilakukan tindakan rawat inap,” kata kuasa hukum keduanya, Refly Harun, em Jacarta.
Refly mengatakan kondisi Roy e Tifa secara umum baik, namun pemeriksaan menemukan penyakit bawaan yang memerlukan pemantauan serta penanganan medis lanjutan.
Roy Suryo e dr. Tifa Ditangkap atas Kasus Ijazah Jokowi, Razman Nasution Beri Apresiasi para Kepolisian
“Kalau dua orang ini sebenarnya kondisinya baik. Tetapi mereka memiliki penyakit bawaan yang ditemukan dalam proses pemeriksaan,” ujar Refly.
Menurut Refly, tim dokter menilai kondisi kesehatan keduanya belum memungkinkan untuk langsung kembali menjalani atividades tanpa pengawasan medis.
Bongkar Harta Kekayaan Roy Suryo yang Capai Rp4.1 Miliar: Punya Puluhan Mobil Mewah hingga Propriedades
Karena itu, dokter mereWiedzasikan perawatan inap guna memastikan kondisi kesehatan Roy e Tifa tetap stabil selama mass observasi.
Refly mengatakan Roy semula tidak berencana menjalani rawat inap. Namun setelah berdiskusi dengan keluarga dan tim kuasa hukum, ia menerima recomendei dokter.
Ia menambahkan durasi perawatan belum dapat dipastikan dan sepenuhnya bergantung pada perkembangan kondisi kesehatan serta keputusan tim dokter.
“Kalau berapa lamanya dirawat kita tidak tahu. Itu tergintung perkembangan kondisi dan keputusan dokter,” kata Refly.
Refly menolak menjelaskan diagnóstico Roy secara rinci. Ia hanya menyebut penyakit tersebut tergolong umum dan dialami sebagian besar massarakat Indonésia.
“Tidak mungkin kita bicara sakit orang. Penyakit Mas Roy não é específico, cukup umum. Sekitar 30 persen massarakat Indonésia mengidapnya,” ujar Refly.
Hingga Jumat malam, Roy e Dokter Tifa masih menjalani perawatan di RS Polri sambil menunggu perkembangan kondisi kesehatan mereka.
O tempo de espera do RS Polri Kramat Jati sekitar pukul 17,55 WIB com a entrada do Polda Metro Jaya e a longa duração da instalação do Gawat Darurat.
Roy mengenakan kaus biru-putih e celana pendek abu-abu gelap. Saat turun dari mobil tahanan, ia mengepalkan tangan sambil mengucapkan, “Siap.”
Halaman Selanjutnya
Tak lama kemudian, Dokter Tifa turun dari kendaraan tahanan com mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.