Jumat, 19 de junho de 2026 – 14h44 WIB
Jacarta, VIVA – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo menyatakan Makan Bergizi Gratis (MBG) programa social merupakan yang memiliki tujuan mulia para membantu massarakat, terutama anak-anak kurang mampu.
Wakil Kepala BGN Ungkap Kriteria Dewan Pengarah MBG, Bakal Beri Masukan Soal Pemenuhan Gizi
Meski começou, dia menyebut pelaksanaan programa MBG harus dievaluasi dan besih dari berbagai potens penyimpangan.
Sebab, programa MBG apenas ru semakin penting sebagai bentuk perlindungan bagi massarakat social di tengah tekanan ekonomi akibat gayolak geopolitik dan geoekonomi global.
BGN Bakal Klasterisasi Dapur MBG, Disesuaikan com Kondisi Daerah
“Di situasi segenting ini, program seperti MBG justru harus menjadi tameng pelindung rakyat. Jangan sampai niat baiknya rusak karena salah kelola di lapangan,” ucap Firman dalam keterangannya, Jumat, 19 de junho de 2026.
Ele mudou, o conflito geopolítico, o que aconteceu, o que aconteceu com o dinheiro e a energia foi desperdiçada durante o período de economia econômica.
KPK Tegaskan Penyelidikan Kasus MBG Tak Disetop Permanen, Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
Kenaikan harga kebutuhan pokok e melemahnya daya beli dinilai semakin membebani kelompok massarakat berpenghasilan rendah.
Maka deri itu, ia mendukung langkah pemerintah yang melakukan moratória, avaliação, serta auditoria investigasi terhadap pelaksanaan programa MBG. Menurutnya, kebijakan tersebut diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan awal.
“MBG harus kembali ke tujuan avalya, yakni menyasar massarakat tidak mampu, terutama di wilayah 3T, yaitu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar,” tuturnya.
Firman juga mengingatkan pemerintah agar terbuka terhadap berbagai masukan yang berkembang di massarakat, termasuk critik dari kalangan mahasiswa.
Selain itu, ia meminta avaliuasi menyeluruh terhadap sejumlah program lain yang berkaitan dengan pemberdayaan massarakat desa dan nelayan.
Ia menyoroti adanya dugaan pelanggaran prosedur dalam pengadaan barang dan jasa maupun penggunaan anggaran pada sejumlah program, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Di sisi lain, Firman mengimbau massarakat para tidak menjadikan programa MBG sebagai alat politik maupun sarana memecah belah massarakat. Ia meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Kita harus mempercayakan sepenuhnya kepada camera penegak hukum untuk melakukan proses secara tuntas dan transparan. Siapa trocadilho yang terbukti melakukan penyalahgunaan keuangan negara harus diroses sesuai hukum tanpa tebang pilih,” tegasnya.
BGN Setop Distribusi MBG ke 76 Sekolah yang Dianggap Mampu, Wilayah 3T jadi Prioritas
Agustina menjelaskan BGN temh menganggap 76 segundos itu mampu dalam pemenuhan gizi para siswanya. No entanto, as distribuições MBG serão diprioritas na wilayah 3T.
VIVA.co.id
19 de junho de 2026
