Kamis, 18 de junho de 2026 – 18h58 WIB
Jacarta, VIVA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarwilayah dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna menghadapi potensi fenômeno El Nino pada 2026-2027. Menurutnya, penanganan karhutla perlu dilakukan secara terpadu karena dampaknya kerap melampaui batas administrasi daerah.
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan e DTI 2026
“Kita tidak bisa bekerja sendiri, kita tidak bisa memiliki ego sectorial, kemudian memiliki pemikiran bahwa ini bukan wilayah saya,” kata Wiyagus saat menghadiri Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 bertajuk “Bersinergi untuk Negeri Menghadapi El Nino 2026 e 2027” em Gedung Manggala Wanabakti, Jacarta, Kamis, 16 de junho de 2026.
Menurutnya, pemerintah daerah (Pemda) perlu memperkuat koordinasi dalam pencegahan dan penanganan karhutla. Karena itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) temus mendorong pemanfaatan skema kerja sama daerah para memperkuat respons terhadap bencana lintas wilayah.
Wamendagri Bima Arya Dorong Mahasiswa Jadi Aktivis Berdaya Saing Global e Nacionalis
Wiyagus menjelaskan, Kemendagri telah memfasilitasi penguatan kerja sama tersebut melalui berbagai regulasi, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah e Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2020. Regulasi tersebut memberi ruang bagi daerah totuk berkolaborasi menghadapi kondisi darurat, termasuk karhutla.
“Di mana kerja sama dapat dilaksanakan untuk mengatasi kondisi darurat dan mendukung program strategis seedal, meskipun belum tercantum dalam perencanaan pembangunan daerah sebelumnya,” ujarnya.
Durante a Operação Operacional, Sampoerna Tegaskan Komitmen para Berkontribusi em Pembangunan Daerah
Di lain sisi, Wiyagus mengapresiasi sinergi Pemda dan para pemangku kepentingan yang telah terbangun dalam pengendalian karhutla. Langkah tersebut sejalan com Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla.
Para memperkuat upaya tersebut, Kemendagri mendorong integrasi perencanaan dan penganggaran daerah serta peningkatan kapasitas agar, mulai dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran e Penyelamatan, Satpol PP, hingga agarar desa e kelurahan agar lebih siap menghadapi ancaman karhutla.
Wiyagus também pode aumentar a educação e a sosialisasi durante o processo de massarakat para obter sucesso no trabalho. Selain itu, Pemda perlu memperkuat kelembagaan, memberdayakan massarakat, mengembangkan desa mandiri bebas kebakaran, serta mengoptimalkan sarana, prasarana, dan pendanaan guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapimusim kemarau mendatang. (LAN)
Hadapi El Nino Godzilla, Mentan Amran Pastikan Stok Beras Aman hingga 10 Bulan Mendatang
Mentan Amran menjelaskan bahwa cadangan beras namial hingga junho de 2026 mencapai sekitar 5,2 toneladas de juta. Cadangan beras seedal itu cukup hingga 10 bulan ke depan.
VIVA.co.id
18 de junho de 2026
