Kamis, 18 de junho de 2026 – 12h48 WIB
VIVA – Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez, o atacante do Dikritik Inggris Karena foi chamado de Cristiano Ronaldo. Mereka tertahan no duelo pertama di Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Congo.
Especialista Inggris Kritik Keras Pelatih Portugal yang Pasang Cristiano Ronaldo 90 Menit: Dia Takut Menariknya Keluar
A Seleção das Quinas foi escolhida para o NRG Stadium, Houston em Kamis (18/6/2026) por WIB. Mereka sudah berhasil unggul sejak menit afiado melalui João Neves.
Namun, RD Congo menyamakan skor melalui atacante andalannya, Yoane Wissa. Skor 1-1 trocadilho bertahan hingga duelo berakhir.
Media di Seluruh Dunia Kompak Kritik Cristiano Ronaldo usai Portugal Ditahan RD Kongo di Piala Dunia 2026: Dia Mematung
Cristiano Ronaldo jogou 90 minutos atrás, mas não teve um significado significativo. Dia punya tiga kesempatan menembak, dan semuanya tidak tepat sasaran.
Sang striker berusia 41 tahun sudah berada dalam sorotan sejak sebelum Piala Dunia digelar. Dia trocadilho sudah melalui 10 laga terakhir di turnamen bergengsi tanpa pernah mencetak gol sekali trocadilho.
Simak Nasib 9 Negara AFC di Piala Dunia 2026: Coreia Selatan Bersinar, Iraque Terancam Tersingkir
Gol terakhirnya terjadi di Piala Dunia 2022 na última etapa de Gana. Namun, dia pernah mencetak goal di sisa turnamen dan selalu gagal mencetak goal pada Piala Eropa 2024.
Pelatih Roberto Martinez memiliki Gonçalo Ramos di bangku cadangan. Namun, dia baru dimasukkan pada menit ke-83, dan malah menarik keluar gelandang, Vitinha, ketimbang Ronaldo.
Ele foi escrito pelo atacante inglês Inggris, Chris Sutton, nos comentários da BBC Radio 5 Live. Dia mudou para Martinez para derrotar Ronaldo.
“Itu memalukan. Itu memalukan untuk Roberto Martinez,” kata Sutton ketika Ramos masuk menggantikan Vitinha pada menit ke-83, dilansir The Independent.
“Apakah kita semua menyaksikan sebuah laga yang berbeda dari Martinez? Dia takut menariknya (Ronaldo) keluar. Dia bukanlah manajer. Dia mungkin mencetak gol kemenangan, namun pertandingan telah melewatinya,” tambahnya.
Sutton não mengabaikan facta bahwa Cristiano Ronaldo não menjadi pemain terbaik dunia. Namun, keadaan sudah jauh berbeda saat ini, e Ronaldo kesulitan untuk memberikan damak.
“Dia pemain yang brilian. Dulu dia adalah pengatur serangan, tapi sekarang dia adalah seorang penyerang murni. Dia bukan hanya penyerang murni, tapi dia juga mengendalikan tim”, disse Sutton.
“Saya tidak mengerti algumas vezes cara manajemennya. Cristiano Ronaldo berada di pinggiran e permainan telah melewatinya,” tandasnya.
Halaman Selanjutnya
Roberto Martinez desorot Karena dia berwenang para menarik keluar Ronaldo. No entanto, não foi dilakukan olehnya dan menurut Sutton, dia merupakan bagian dari masalah Portugal.