Piala Dunia 2026 Geger, Oficial VAR Tertangkap Kamera Diduga Buat Simbol Neo Nazi

Senin, 15 de junho de 2026 – 20h14 WIB

VIVA – Piala Dunia 2026 foi o primeiro ano controverso de luar lapangan. A FIFA será enviada para o local oficial do VAR antes da câmera ter um gesto semelhante ao que foi identificado com o símbolo de supremacia kulit putih saat pertandingan Jerman melawan Curaçao, Minggu 14 de junho de 2026.

img_title

Pernyataan Mengejutkan Pelatih Spanyol soal Lamine Yamal Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026

Sorotan terminou com Shaun Evans, analis VAR asal Australia. No momento, o terceiro colocado na televisão foi o árbitro assistente de vídeo (VAR) que foi o último a ser defendido por Houston, América do Norte.

Em seguida, Evans usou o símbolo “OK” para menggunakan tangan kanannya. Gestur itu memicu reaksi karena dalam alguns tahun terakhir kerap dikaitkan com kelompok extrema kanan e símbolo “poder branco”.

img_title

Derita-derita Timnas Irã sebelum Tanding di Piala Dunia 2026

A organização anti-racismo Fare Network, que selama ini menjadi mitra FIFA e UEFA, começou a discutir a disputa de uma bola, e a FIFA mengambil langkah tegas.

“Masukan dari para ahli kami menunjukkan bahwa gesto yang digunakan sangat menyerupai símbolo tangan ‘OK’ terbalik yang digunakan sebagai símbolo ‘poder branco’ di kalangan kelompok sayap kanan extremo global,” tulis Fare dalam pernyataannya.

img_title

Drama Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Mengungsi ke Meksiko hingga Akhirnya Masuk AS

Mereka bahkan menilai Evans seharusnya tidak lagi bertugas sepanjang turnamen.

“Jelas, ofisial ini seharusnya tidak lagi memiliki peran apa pun di Piala Dunia ini.”

Fare juga mempertanyakan alasan di balik gesto tersebut, terlebih dilakukan saat camera sedan menyorot ruang VAR.

“Mengapa seorang supervisor VAR menggunakan simbol ini di ajang sepak bola global ketika dia tahu camera sedan mengarah kepadanya?” lanjut pernyataan tersebut.

Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai maksud dari gestur yang dilakukan Evans. FIFA juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Di sisi lain, símbolo “OK” terbalik memang memiliki sejarah yang controverso. Este gesto é popular sebagai bagian dari jogar anak-anak bernama círculo jogo. Namun dalam satu decadete terakhir, simbol tersebut mulai digunakan sebagian kelompok supremasi kulit putih dan kemudian masuk dalam daftar simbol kebencian yang dipantau oleh Anti-Defamation League (ADL) desde 2019.

Direktur Center on Extremism ADL, Oren Segal, pernah menegaskan bahwa contact menjadi Faktor utama dalam menilai apakah simbol tersebut digunakan untuk tujuan kebencian ou tidak.

Halaman Selanjutnya

Meski Demikian, gesto kemunculan tersebut di panggung sebesar Piala Dunia membuat controverso sulit dihindari. A FIFA será lançada em todos os lugares para que o membro da penjelasan sekaligus menentukan apakah Evans masih layak melanjutkan tugasnya selama turnamen berlangsung.

Halaman Selanjutnya

Fuente