Baru Dua Hari Piala Dunia, FIFA Sudah Diterpa Kontroversi Besar

Minggu, 14 de junho de 2026 – 16h30 WIB

VIVA – Piala Dunia 2026 baru berjalan dua hari, namun controversos sudah mulai bermunculan. Kali ini sorotan tajam mengarah kepada FIFA setelah badan sepak bola dunia itu dituding tidak transparan dalam tayangan VAR saat laga Swiss vs Qatar di Grup B, sábado 13 de junho de 2026.

img_title

Tim yang Diimbangi Timnas Indonésia Menggila di Piala Dunia 2026

Perdebatan muncul setelah Swiss mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-17. Keputusan itu diambil usai kiper Qatar, Mahmoud Abunada, dianggap menjatuhkan gelandang Swiss, Remo Freuler, di dalam kotak penalti.

Foi semper comunicado com o Video Assistant Referee (VAR) sebelum akhirnya tetap menunjuk titik putih. Breel Embolo yang maja sebagai executor sexsekses menjalankan tugasnya dan membawa Swiss Unggul.

img_title

Jangan Lewatkan! Momen-momen Penting yang Bisa Menentukan Piala Dunia 2026

Namun bukan keputusan penalti yang menjadi polêmico utama.

Sejumlah tayangan yang beredar memperlihatkan indikasi bahwa Freuler berada dalam posisi offside sebelum insiden pelanggaran terjadi. Situasi tersebut memicu tanda tanya besar karena FIFA não menampilkan tayangan impedimento semi-automático yang biasanya digunakan para menjelaskan keputusan VAR kepada publik.

img_title

Perfil Patrick Beach: Kiper Austrália yang Dulu Dibobol Komang Teguh, Kini Bikin Frustrasi Arda Guler e Kenan Yildiz

Deixe-o ler a crítica de muitos dos mais importantes, tendo sido mantido por Timnas Inggris, Gary Neville.

Neville mempertanyakan mengapa FIFA não menampilkan bukti visual yang dapat menjelaskan keputusan tersebut kepada penonton di Stadium Maupun Pemirsa Television di Seluruh Dunia.

“Semua orang berpikir itu offside. Penonton di rumah juga berpikir demikian. FIFA sebagai pemegang hak siar resmi memiliki teknologi impedimento semiautomático yang seharusnya bisa ditampilkan kepada publiclik”, disse Neville disse ao Mirror.

Menurut Neville, a tecnologia moderna que foi promovida pela FIFA apenas não funciona, mas não é possível secar terbuka saat muncul momen eletroversial.

Kontroversi tersebut semakin memperpanjang daftar perdebatan mengenai penggunaan VAR di sepak bola. Meski tecnologia é diciptakan para meminalkan kesalahan wasit, keputusan yang tidak disertai penjelasan visual sering kali justru memunculkan spekulasi baru.

Na mídia social, o banyak torcedor mempertanyakan alasan FIFA não menayangkan proses pengecekan offside yang menjadi bagian penting dalam lahirnya penalti tersebut.

Hingga kini FIFA belum Memberikan Penjelasan Resmi Terkait Alasan tidak ditampilkannya tayangan semi-automatic offside pada insiden tersebut.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, kemenangan atas Qatar menjadi modal penting bagi Swiss dalam persaingan Grup B. Namun hasil pertandingan itu kini ikut dibayangi elektroversi yang membuat FIFA kembali berada di bewah tekanan publiclik.

Halaman Selanjutnya

Fuente