Minggu, 14 de junho de 2026 – 10h52 WIB
VIVA – Timnas Qatar akhirnya mencatat sejarah baru di panggung sepak bola dunia. Na Ásia, este é o ponto de partida para a Copa Dunia FIFA depois de perder a Suíça com o placar de 1 a 1 no segundo Grupo B, que foi disputado na área da baía de São Francisco, sábado, 14 de junho de 2026, no dia seguinte ao WIB.
Pengakuan Blak-blakan Vinicius Usai Brasil Gagal Menang di Laga Pertama Piala Dunia 2026
Hasil tersebut terasa seperti kemenangan bagi Qatar. Sebab, mereka nyaris pulang dengan tangan hampa sebelum gol bunuh diri bek Swiss, Miro Muheim, pada menit 90+4 mengubah jalannya pertandingan secara dramatis.
Suíço sejatinya tampil dominan sejak awal laga. Tim asuhan Murat Yakin bahkan unggul mais dulu melalui penalti Breel Embolo pada menit ke-17 setelah Mahmoud Abunada melanggar Remo Freuler di kotak terlarang.
Reaksi Berkelas Vinicius Junior usai Brasil Ditahan Marrocos di Pekan Pembuka Piala Dunia 2026
Certifique-se de que está tampado para fazer com que os suíços meraih tiga poin. No entanto, apenas um total de 26 tembakan sepanjang pertandingan e berkali-kali mengancam gawang Qatar.
Catar x Suíça de Piala Dunia 2026
Keamanan Piala Dunia 2026 Dipertanyakan: Skuad Timnas Inggris Kemalingan, Harry Kane Jadi Korban
Namun sepak bola selalu menyimpan kejutan. Saat laga memasuki masa tambahan waktu, tekanan Qatar akhirnya membuahkan hasil. Umpan silang Homam Ahmed ke area penalti membuat Miro Muheim salah mengantisipasi bola. Sundulannya justru masuk ke gawang sendiri dan membuat skor berubah menjadi 1-1.
Estádio Pun Bergemuruh. Qatar akhirnya meraih poin pertama mereka di sejarah Piala Dunia.
Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil imbang melawan Swiss yang merupakan salah satu kekuatan Eropa menjadi pencapaian besar bagi timnya.
“Berada di sini saja sudah bersejarah. Mendapatkan satu poin hari ini melawan Swiss, yang menurut saya adalah salah satu tim terbaik di Eropa saat ini benar-benar solid, dengan continuitas pelatih dan pemain top dari liga-liga top, sangat penting”, disse Lopetegui à FIFA.
“Agar hal itu terjadi, Anda membutuhkan serangkaian keadaan seperti hari ini. Kami mampu melewati momen-momen sulit, kami tidak kehilangan ketenangan saat tertinggal, yang penting, dan pada akhirnya kami mendapatkan hadiah berupa gol yang memberi kami poin yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya,” lanjutnya.
Qatar sebenarnya sempat mengancam lebih dulu pada menit kedua. Edmilson Junior berhasil lolos setelah Manuel Akanji terpeleset, tetapi penyelesaiannya masih terlalu mudah diamankan Gregor Kobel.
Halaman Selanjutnya
Menariknya, meski kalah penguasaan permainan, Qatar alguns kali menciptakan peluang berbahaya. Edmilson kembali menguji Kobel jelang turun minum, namun sang kiper Swiss tampil sigap.