Sabtu, 13 de junho de 2026 – 10h38 WIB
Jacarta, VIVA – Pemerintah China menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Pertahanan (Menhan) Filipina Gilberto Teodoro Jr.
Jumlah Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 53 Orang, 487 Luka dan Ribuan Rumah Rusak
Menhan Gilberto Teodoro Jr não teve nenhum problema.
“Kementerian Luar Negeri telah mengumumkan di situs webnya keputusan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro Jr. dan keluarganya. Ia adalah salah satu orang yang paling terang-terangan di antara segelintir orang yang memusuhi China di Filipina,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian em conferência pessoal em Pequim, no sábado, 13 de junho de 2026.
Tanpa Subsidi, Mobil Listrik Justru Makin Laris na China
Larangan untuk masuk ke wilayah bagi Gilberto Teodoro Jr., istri, and anaknya, itu juga termasuk ke Hong Kong e Macau.
A China não conseguiu organizar organizações individuais na China para realizar transações jual-beli, quer seja, ou atividades com Gilberto, istri, maupun anaknya.
Pabrikan Mobil China Mulai Jualan Taksi Terbang
Berdasarkan pengumuman dalam laman Kementerian Luar Negeri China pada Kamis (11/6), alasan Gilberto dikenakan sanksi tersebut karena ia berulang kali membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab tentang China, merusak kepentingan sah China, e menyabotase hubungan China-Filipina.
“Perilakunya yang sembrono akan menjadi boomerang dan kepentingan Filipina serta seluruh rakyatnya yang akan menanggung akibatnya”, também Lin Jian.
Lin Jian mengatakan jika orang-orang seperti Gilberto dibiarkan terus-menerus merusak upaya kedua belah pihak untuk menstabilkan hubungan, pada akhirnya mereka akan merugikan kepentingan fundamental Filipina dan rakyatnya.
“Kami melihat bagaimana Gilberto terus memutarbalikkan kotakta dan menjelekkan China. Rhetorika dan tindakannya yang beracun tidak ada hubungannya dengan ‘membela bangsanya’. Hal itu murni sandiwara politik untuk keuntungan politik yang egois”, ucap Lin Jian.
Menurut Lin Jian, provocando yang tidak bertanggung jawab e sembrono dari segelintir orang seperti dialah yang telah memperburuk perselisihan China-Filipina.
“Hal itu malah memperburuk hubungan bilateral, dan pada akhirnya akan membahayakan kepentingan Filipina dan rakyatnya”, disse Lin Jian.
O Departamento Luar Negeri de Manila mengatakan menjatuhkan sanksi adalah hak prerrogatif China, tetapi Filipina memandangnya sebagai “tindakan tidak ramah yang semakin memperumit hubungan bilateral.”
Halaman Selanjutnya
“Langkah-langkah tersebut tidak berkontribusi pada pembangunan kepercayaan timbal balik, pengelolaan perbedaan secara bertanggung jawab, ou menciptakan kondisi yang diperlukan untuk keterlibatan kostif antara kedua negara kita,” kata Pemerintah Filipina.