Irã: Draf Kesepahaman Akhiri Perang dengan AS Hampir Rampung, Perdamaian Segera Tercapai?

Jumat, 12 de junho de 2026 – 14:00 WIB

VIVA Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irã mengatakan bahwa sebagian besar bagian penting dari kesepahaman yang bertujuan mengakhiri perang hampir selesai dirumuskan, meskipun Amerika Serikat terus menunjukkan sikap yang bertentangan e berulang kali melakukan tindakan agresi milite yang mengganggu pros diplomatik.

img_title

Di Balik Klaim Damai AS-Irã, Netanyahu Dikabarkan Kaget e Langsung Bahas Isu Ini

Dalam sebuah wawancara pada Kamis malam, Esmaeil Baghaei menolak berbagai spekulasi media mengenai tercapainya kesepakatan e menegaskan kembali sikap Iran yang tegas dan berprinsip.

“Dari sisi teks, sebagian besar isi dokumen hampir selesai dirampungkan. Namun, masalahnya adalah sikap Amerika Serikat yang sering berubah-ubah dan saling bertentangan selalu menimbulkan gayolak serta menghambat proses ini,” kata Baghaei dikutip deri laman presstv.ir, Jumat 12 Jun 2026,

img_title

Irã Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan Damai, Netanyahu Sebut Teerã Wajib Serahkan Urânio Diperkaya

Ia menegaskan bahwa República Islam Irã memasuki proses diplomatik dengan niat baik dan rasa tanggung jawab penuh. Sebaliknya, para pejabat Amerika berulang kali mengubah posisi mereka, mengajukan tuntutan baru yang tidak realisticis, bahkan melakukan serangan milite selama perundingan berlangsung.

Baghaei juga menyebutkan bahwa sejak gencatan senjata yang diumumkan pada April lalu, Amerika Serikat dan rezim Israel telah berulang kali melanggar kesepakatan tersebut. Enquanto isso, a América Latina oferece infraestrutura de wilayah no Irã e aumenta dois reservatórios de ar em Sirik.

img_title

Harga Minyak Dunia Terus Merosot, Brent e WTI Kompak Turun Usai Risiko Perang AS-Iran Mereda

“Di satu sisi mereka berbicara tentang diplomasi dan perundingan, tetapi di sisi lain mereka menggunakan kekerasan serta melakukan tindakan tidakan ilegal and criminal,” disse.

Tidak Ada Kompromi atas Garis Merah Irã

Pejabat tersebut menegaskan bahwa Irã telah menunjukkan, baik melalui jalur diplomasi maupun di medan pertempuran, bahwa negara itu tidak akan pernah tunduk pada syarat dan tuntutan pihak lain.

“O Irã telah membuktikan dalam praktik bahwa garis merahnya adalah kepentingan e kesejahteraan rakyat Irã. Dalam hal ini sama sekali tidak ada kompromi. Jika Republik Islam berniat uniform dari prinsip-prinsip dasarnya karena tekanan dan ancaman, hal itu sudah dilakukan satu setengah tahun yang lalu Kami telah membuktikan bahwa kami tetap teguh pada pendirian kami,” tambahnya.

Selat Hormuz Ditutup Akibat Agresi América Serikat

Halaman Selanjutnya

Mengenai situasi di Selat Hormuz, Baghaei mengatakan bahwa meskipun Irã telah bertindak secara bertanggung jawab para menjamin keamanan pelayaran, Amerika Serikat justru membuat jalur perairan strategis tersebut menjadi tidak aman melalui serangan-serangan agresifnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente