Purbaya Pede Rupiah Bakal Kembali Menguat di Semester II-2026, Simak Indikatornya

Rabu, 10 de junho de 2026 – 14h56 WIB

Jacarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku optimistis bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan segera mereda, dan akan menguat secara bertahap memasuki semestre II-2026.

img_title

Tesoureiro Sebut Masih Ada Ruang BI Taxa Naik Lagi Jika Rupiah Melemah di Atas Nível Ini

Dia mengatakan, rupia memang masih menghadapi tekanan em junho de 2026, yang terutama dipengaruhi oleh sentimen global, kondisi risk-off di pasar keuangan, serta tekanan pada neraca transaksi berjalan dan transaksi financeira domestic.

Namun, Purbaya meyakini bahwa sinergi yang lebih kuat antara otoritas fiskal, moneter, dan sector keuangan akan dapat mengendalikan tekanan tersebut.

img_title

Rupia Kembali Menguat ke Rp 17,905 usai BI Naikkan BI Rate 25 Bps a 5,50 Persen

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Na amostragem, Dia juga meyakini bahwa kebijakan terbaru terkait tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE) e upaya pendalaman pasar keuangan, akan meningkatkan pasokan valuta asing. Sehingga, hal itu dapat membantu otoritas moneter dalam menstabilkan rupiah melalui intervensi di pasar valas.

img_title

Purbaya Pastikan Fiskal 2027 Topang 60 Proker Prioritas Nasional di 8 Klaster Program

“Maka rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semestre II tahun 2026,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI di DPR RI, Senayan, Jacarta, Selasa, 10 de junho de 2026.

Dia menambahkan, otimismo tersebut juga didukung oleh membaiknya kepercayaan investidor terhadap pasar keuangan Indonésia. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong tambahan arus modal asing (entrada de capital) na Indonésia, dan memperkuat pasokan valuta asing doméstico.

Kondisi este menu Purbaya sejatinya telah tercermin dari arus modal asing bersih (entrada líquida) em Surat Berharga Negara (SBN), e Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sepanjang kuartal II.

Data Kementerian Keuangan por 1º de abril mencatat, hingga 5 de junho de 2026, SBN mencatat entrada líquida sebesar Rp 18,5 triliun sementara SRBI membukukan influxo líquido sebesar Rp 78,5 triliun.

“Arus modal asing juga menunjukkan perbaikan yang signifikan pada kuartal II-2026, terutama pada instrumen SBN e SRBI. Meskipun pasar saham masih mencatat outflow, namun secara keseluruhan minat investidor terhadap instrumento keuangan domestik masih tetap terjaga,” ujarnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Pastikan Dampak Kenaikan Harga Pertamax ke Inflasi Minim, Ini Faktornya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, kenaikan harga BBM não-subsidi jenis Pertamax mulai Rabu, 10 de junho de 2026, hanya akan berdampak minim terhadap inflasi.

img_title

VIVA.co.id

10 de junho de 2026

Fuente