Selasa, 9 de junho de 2026 – 08:00 WIB
VIVA –Presidente Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan telah memperingatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu agar tidak memperluas eskalasi milliter di Kawasan Timur Tengah.
Irã Hentikan Operasi Militer terhadap Israel, Klaim Misi Balasan Telah Selesai
Dia juga secara tegas mengingatkan Netanyahu bahwa dirinya tidak memiliki pilihan lain selain menerima kesepakatan apapun yang mungkin dicapai AS dengan Irã para mengakhiri konflik.
Em meio ao The Financial Times, Trump meneou o nome de uma pessoa que levou Kendali para a América e Israel para Teerã.
Conflito de Kembali Memanas! Irã ‘Hujani’ Pangkalan Militer Israel com Rudal Balistik
“Dia tidak punya pilihan. Saya yang menentukan semuanya. Saya yang mengambil semua keputusan. Dia (Netanyahu) bukan orang yang membuat keputusan,” kata dia dalam wawancara telefonnya dikutip dari laman NDTV, Selasa 9 de junho de 2026.
Pernyataan Trump itu muncul tak lama setelah Iran meluncurkan serangan rudel balistik ke Israel pada Senin kemarin. Serangan ini menjadi pelanggaran paling serius terhadap gencatan senjata rapuh yang disepakati pada awal April lalu.
Palestina Catat 23 Kali Israel Serang Masjid Al-Aqsa
Sikap Trump derrotou Netanyahu
Durante o ataque, Trump também se juntou à Fox News e ao Axios bahwa e se tornou Netanyahu para não ter problemas com o Irã e se tornar um dos principais. Sikap ini berbeda dengan pernyataan yang sebelumnya disampaikan milite Israel.
Mengutip seorang pejabat Amerika Serikat, Axios melaporkan bahwa dalam percakapan telepon tersebut Trump meminta Netanyahu para menahan diri karena AS sudah sangat dekat dengan sesuatu yang positif dalam hal tercapainya kesepakatan bersama Iran.
Menurut laporan itu, Netanyahu sempat menyampaikan keberatannya, tetapi pada akhirnya memberikan persetujuan dengan setengah hati untuk tidak mengambil tindakan milite lebih lanjut.
“Kami menilai presidente berhasil mendapatkan sedikit waktu tambahan. Ia sangat yakin bahwa kesepakatan dengan Irã sudah semakin dekat. Saya rasa dalam waktu dekat tidak akan ada serangan dari pihak Israel,” ujar pejabat AS tersebut.
Rencana Trump enfrenta o Irã
Da mesma forma que o Financial Times, Trump mengatakan bahwa serangan Iran terhadap Israel não se importava com a possibilidade de negociações entre a América e o Irã.
“Serangan itu tidak akan memengaruhi kesepakatan. Kita lihat saja bagaimana akhirnya nanti. Namun serangan rudel ke Israel itu sebenarnya tidak memengaruhi kesepakatan. Konflik seperti ini sudah berlangsung selama 3.000 tahun, atau 47 tahun, tergintung bagaimana Anda menghitungnya,” kata dia.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, berbeda com muito optimismo e yang ia tunjukkan sejak Wakil Presiden AS JD Vance memimpin putaran pertama perundingan dengan Iran pada awal April, kali ini Trump terdengar lebih berhati-hati.