Senin, 8 de junho de 2026 – 10h38 WIB
Jacarta, VIVA – Selama ini, banyak orang masih memahami halal sebatas pada makanan e dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Padahal, dalam perkembagannya, konsep halal memiliki cakupan yang jauh lebih luas e dan menyentuh berbagai aspek kehidupan. Bahkan, tren gaya hidup halal kini mulai dikaitkan dengan nilai keberlanjutan, kepedulian social, hingga tanggung jawab terhadap lingkungan.
Bukan Sekadar Aturan Agama, Ini 5 Alasan Penting Muslim Harus Mengonsumsi Makanan Halal
Melalui konsep Green Halal, massarakat diajak memahami bahwa halal bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga bagaimana atividades manusia dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi gergelim dan lingkungan sekitar.
Lalu, apa saja makna halal yang kini menjadi bagian dari gaya hidup Islami moderno?
Indonésia Bersiap Jadi Destinasi Wisata Halal Global, Sosialisasi Masif BPJPH Raih Rekor MURI
1. Halal Berarti Mengutamakan Kemaslahatan
No Islã, o conceito halal não é necessariamente berbicara, tentando sesuatu yang boleh dikonsumsi, tetapi juga tentang manfaat yang dihasilkan. Sebuah atividades ou pilihan hidup ideala membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Industri Halal Berkontribusi 27 Pessoas do PDB Nasional, Nilainya Capai Rp4.900 Triliun
Hal ini sejalan dengan pandangan yang disampaikan do fórum internacional tersebut.
“Industri halal memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak ekonomi yang tidak hanya sesuai syariah, tetapi juga berkelanjutan. Nilai halal dan keberlanjutan pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan kemaslahatan bagi manusia dan lingkungan,” ujar VP Secretário Corporativo LPPOM, Raafqi Ranasasmita, na 3ª Conferência Internacional de Ecossistemas Halal Cairo 2026.
Prinsip kemaslahatan inilah yang menjadi fondasi penting dalam gaya hidup Islami.
2. Halal Juga Berkaitan com Kepedulian terhadap Lingkungan
Então, halal semakin erat dikaitkan com upaya menjaga kelestarian alam. Kesadaran terhadap pengurangan limbah, pengelolaan sumber daya yang bijak, hingga upaya menekan dampak lingkungan menjadi bagian dari nilai yang sejalan dengan konsep Green Halal.
Melalui konsep tersebut, LPPOM integra o padrão antara pemenuhan halal com o princípio keberlanjutan lingkungan, social, e tata kelola perusahaan (Ambiental, Social e Governança / ESG).
Com kata lain, menjaga lingkungan dapat menjadi bagian dari praktik hidup yang selaras com nilai-nilai halal.
3. Halal Mendorong Perilaku yang Etis e Bertanggung Jawab
Makna halal juga mencakup aspek etika. Masyarakat semakin memperhatikan bagaimana seu produto ou layanan dihasilkan, termasuk damaknya terhadap manusia dan lingkungan.
Halaman Selanjutnya
Menurut Raafqi, perkembangan industri halal global saat ini menuntut pendekatan yang lebih luas dibandingkan sekadar kepatuhan terhadap standar halal. O consumidor, o investidor, o regulador e o regulador podem contribuir para a proteção social e para o desenvolvimento das atividades do dia a dia.