Minggu, 7 de junho de 2026 – 01:20 WIB
VIVA – Kekalahan telak Omã do Timnas Indonésia na última rodada da FIFA memicu beragam reaksi dari para torcedor mereka di media social. Tak sedikit yang melontarkan sindiran pedas kepada skuad Garuda com menyoroti banyaknya pemain keturunan yang memperkuat tim asuhan John Herdman.
Timnas Indonésia Gemparkan Belanda Usai Hancurkan Omã
Timnas Indonesia tampil impresif saat menumbangkan Oman 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jacarta, Jumat malam, 5 de junho de 2026.
O gol de Tiga foi marcado por Garuda por Justin Hubner em ke-13, Ole Romeny em ke-27, e Ragnar Oratmangoen em ke-56. Indonésia bahkan berpeluang menang skor lebih besar jika melihat dominasi permainan sepanjang pertandingan.
Sekali Gebuk Omã, 4 Negara Juga Jadi Korban Timnas Indonésia
Selain kokoh di lini belakang, Indonésia também mendapat kontribusi besar de Emil Audero yang sekses menggagalkan penalti Nasser Sultan pada babak pertama.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri rekor buruk Indonésia yang tidak pernah menang atas Oman selama 38 tahun.
Merasa Tertipu, Pelatih Oman Bawa-bawa Rangking FIFA Timnas Indonésia
Namun hasil itu rupanya membuat sebagian pendukung Oman frustrasi. Na mídia social, sejumlah akun menyindir Timnas Indonésia yang saat ini diperkuat banyak pemain diáspora berdarah Indonésia-Belanda.
“Timnas Indonésia? Lebih mirip lini produksi ‘Made in Belanda’. Jaringan pencarian bakat kalian sekarang seolah cuma membuka situs silsilah keluarga untuk mencari pemain Belanda yang buyutnya pernah mencium aroma secangkir kopi Indonésia,” tulis akun bernama ahmddi.1.
Akun tersebut bahkan melanjutkan sindirannya dengan menyebut Omã sebenarnya menghadapi tim Eropa, bukan Indonésia.
“Selamat kepada Belanda atas kemenangan mereka hari ini. Sungguh, kami bermain melawan tim Eropa yang berbicara bahasa Belanda dengan sangat baik. Satu-satunya hal yang Indonésia di estádio malam ini hanyalah nasi goreng yang disajikan saat jeda pertandingan,” lanjutnya.
Comentário serupa juga datang de akun salimaj. Menurutnya, mayoritas pemain Indonésia saat ini merupakan pesepakbola yang tumbuh dan berkembang di Eropa.
“Nama timnya memang Indonésia, tetapi pemainnya campuran Eropa dan hanya sedikit yang benar-benar berasal dari Indonésia. Jika melihat pertandingan secara keseluruhan, mereka todo o aprendizado do nível profissional Eropa. Jadi hari ini kami menghadapi tim Eropa,” tulisnya.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, não há nenhum apoiador de Omã que seja negativo. Sebagian justru memilih bersikap realista e meminta público membros waktu kepada pelatih baru Oman untuk membangun tim.