Kebudayaan Dinilai Solusi Tepat Atasi Krisis Kepribadian Bangsa

Jumat, 5 de junho de 2026 – 15h51 WIB

Jacarta, VIVA – Di tengah berbagai tanngan global yang memengaruhi identitas e karakter generasi muda, museu de museu e kebudayaan dinilai menjadi langkah estratégias para mengatasi krisis kepribadian bangsa.

img_title

Estratégia TikTok Dekatkan Segmen Budaya, Seni Klasik e Museu Pecinta

Indonésia perlu memperkuat ecosistem permuseuman mulai dari regulasi, pendanaan, kelembagaan hingga partisipasi publik agar Museum dapat berfungsi sebagai pusat peradaban dan pembentukan jati diri seedal.

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana, mengatakan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi X DPR RI bahwa kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan bangsa sebagaimana amanat konstitusi.

img_title

Pemprov: Perayaan Tatar Sunda Bukan Upaya Mengganti Provinsi Jawa Barat

Menurutnya, gagasan kebudayaan telah menjadi ruh dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonésia Tahun 1945 e dipertegas dalam Pasal 32 UUD 1945 yang menegaskan kewajiban negara untuk memajukan kebudayaan seedal Indonésia.

“Esensi pembangunan bangsa harus dibangun dari kebudayaan. Museu menjadi institusi yang merumahkan, mengkaji, merawat, dan menyampaikan kekayaan peradaban itu kepada generasi berikutnya. Karena itu, museu memiliki posisi yang sangat strategis,” kata Putu dikutip pada Jumat, 5 de junho de 2026.

img_title

Prabowo: Museu Marsinah Didirikan para Peringati Seorang Pejuang Perempuan bagi Buruh

Saat ini, kata Putu, Indonésia memiliki 516 museu, dengan 373 museu telah terdaftar e sekitar 289 museu telah menjalani standardisasi dan evaluasi. Selanjutnya, ia melihat kehadiran kembali Direktorat Sejarah dan Permuseuman setelah terbentuknya Kementerian Kebudayaan pada 2024 menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola Museum seedal.

Namun, eu mengingatkan sebagian besar museu da Indonésia dikelola oleh swasta, yayasan, dan perorangan yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pendanaan hingga dukungan sarana dan prasarana.

“Banyak tokoh dan massarakat yang mendonasikan tenaga, pikiran, bahkan hartanya para membangun museu agar artefak dan karya budaya bangsa tidak seluruhnya keluar negeri dan tetap bisa dinikmati oleh anak bangsa. Museu dibangun bukan para lucro, tetapi para manfaat dan peradaban,” ujarnya.

Kata dia, museu sebagai rumah bagi artefak e benda cagar budaya yang menjadi bukti perjalanan sejarah bangsa. “Kalau berbicara tempat menyimpan artefak, tidak ada tempat lain selain Museum. Museum adalah rumahnya,” imbuh mantan Anggota DPR RI período 2019-2024 aqui.

Para isso, Putu menilai museu perlu dimaknai ulang dalam contexto Indonésia moderna. O museu tem um período de tempo muito grande ou um símbolo de masa lalu, que abriga instituições que abrigam e abrigam dentro de uma série de características.

Halaman Selanjutnya

“Museu bukan tempat yang diasingkan ou ditinggalkan. Museu adalah pencapaian luhur sebuah bangsa. Museu adalah soko guru bangsa, rumah tertinggi kebudayaan, rumah abadi peradaban, rumah inspirasi, rumah narasi mulia Nusantara, dan rumah peninggalan luhur bangsa,” jelas dia.

Halaman Selanjutnya

Fuente