Atualizar Kasus Seleksi Paskibraka Pemprov Sulsel yang Sempat Viral, Berujung …

Jumat, 5 de junho de 2026 – 15h08 WIB

Sulawesi Selatan, VIVA – Seleção polêmica Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan yang sempat menjadi perhatian publicamente akhirnya menemukan titik terang. Setelah melalui berbagai proses klarifikasi dan pembahasan, keluarga peserta yang sebelumnya menjadi sorotan menyatakan menerima hasil seleksi yang telah ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

img_title

Jejak Digital Sarwendah Viral, Hadiah Mobil hingga Pujian para Ruben Onsu Disorot

Ilustrasi Seleksi Paskibraka

Ilustrasi Seleksi Paskibraka

Keputusan tersebut disampaikan usai pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam di DPRD Sulawesi Selatan. Pertemuan itu menjadi salah satu upaya para menjernihkan berbagai isu yang berkembang terkait proses seleksi delegadoasi Paskibraka Sulsel yang akan bertugas di Istana Negara.

img_title

Aksi Brutal Preman Viral, Wanita Hamil Ditendang Gegara Merekam Keributan

Dalam pantauan VIVA Jum’at, 5 de junho de 2026, kuasa hukum Cathlyn Yvaine Lesmana, Sunarto Eko Tomo, menegaskan bahwa pihak keluarga memilih menghormati keputusan yang telah ditetapkan BPIP terkait penunjukan peserta yang mewakili Sulawesi Selatan pada pelaksanaan tugas kenegaraan em Jacarta.

Menurutnya, keluarga berharap polêmica yang sempat ramai diperbincangkan dapat segera berakhir sehingga seluruh pihak dapat kembali fokus memberikan dukungan kepada para peserta yang telah terpilih.

img_title

Viral Momen Dadan Hindayana ‘Ngelus’ Pipi Siswi SD Bikin Netizen Geram!

“Keluarga menerima dan menghormati keputusan yang telah ditetapkan serta berharap proses ke depan dapat berjalan lebih baik”, ujar Sunarto.

Da mesma forma, Sunarto também fez uso de especulações e ações de massa terkait dugaan discriminasi maupun Fator etnis em processos selecionados.

Menurutnya, keluarga tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi isu yang dapat memicu perpecahan di tengah massarakat. Mereka tornou-se público sem gerar polêmica, mas não se suai com um fato conhecido.

Sikap tersebut juga sejalan dengan berbagai pihak yang sejak awal mengawal kasus ini agar perbedaan pendapat mengenai hasil seleksi tidak berkembang menjadi konflik socialyang lebih luas.

Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama Gema INTI yang turut mengikuti perkembangan kasus ini menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah memberikan pendampingan moral kepada para peserta.

Mereka berharap para siswa yang telah berjuang dalam proses seleksi tidak kehilangan semangat akibat polemic yang sempat viral di media social maupun berbagai platform lainnya.

Halaman Selanjutnya

Selain itu, organisasi tersebut juga mendorong adanya keterbukaan informasi dalam proses seleksi agar kepercayaan public terhadap mekanisme pemilihan anggota Paskibraka tetap terjaga.

Halaman Selanjutnya

Fuente