Jumat, 5 de junho de 2026 – 01:19 WIB
VIVA – Timnas Indonesia kembali mendapat ujian menarik na FIFA Matchday Juni 2026. Kali ini, skuad Garuda akan menjamu Oman na última premiação Garuda Championship Series 2026 no Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jacarta.
Terpopuler: Nasib Emil Audero di Italia Jelang Timnas Indonésia Vs Omã, Calon Pemain Naturalisasi Pakai Jersey Garuda
Laga Timnas Indonésia x Omã foi transmitido em julho, 5 de junho de 2026. Este jogo será lançado às 20h00 WIB.
Pelatih John Herdman completou 23 jogos para a segunda agenda da Jornada da FIFA entre Omã e Moçambique. Dari daftar tersebut, tidak ada name Jay Idzes yang masih menjalani pemulihan cedera.
John Herdman Bongkar PR Besar Timnas Indonésia yang Harus Dibenahi Jelang Lawan Omã
Selain Jay Idzes, Thom Haye e Shayne Pattynama não tiveram tempo para Karen Masih jogar jogos de FIFA. Esta decisão fez com que Herdman se mudasse para uma melhor experiência.
Kapten Timnas Indonésia Jay Idzes
Kevin Diks Akui Jay Idzes Tak Tergantikan di Timnas Indonésia: Kami Merindukannya
No setor penjaga gawang, Timnas Indonésia tetap punya pilihan mewah. Emil Audero e Maarten Paes menjadi dua nama yang paling mencuri perhatian, sementara Nadeo Argawinata tetap masuk sebagai opsi penting.
O terceiro terlihat di lini belakang depois de Mathew Baker mendapat panggilan ke skuad senior. Pemain yang selama ini lebih dekat dengan Timnas Indonesia U-19 itu kini mendapat kesempatan merasakan nível de atmosfera tertinggi.
Di Lini Tengah, Calvin Verdonk também participou de Joey Pelupessy, Rayhan Hannan e Ivar Jenner. Combinar esta combinação pode fazer com que você se sinta confortável e satisfeito.
Sementara itu, lini depan Timnas Indonésia dihuni sejumlah nama yang punya daya ledak tinggi. Beckham Putra, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Mauro Zijlstra, Marselino Ferdinan e Saddil Ramdani forneceram munições para ajudar Omã.
Pemain Timnas Indonésia, Ole Romeny
Foto:
- FOTO ANTARA/ASPRILLA DWI ADHA
Secara sejarah, Omã bukan lawan yang mudah bagi Indonésia. Dalam enam pertemuan sebelumnya, Garuda hanya mampu meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kali kalah.
Kemenangan terakhir Indonésia atas Omã bahkan terjadi pada 1988 silam. Neste jogo, o Timnas Indonésia venceu por 3 a 0 na King’s Cup em Bangkok, Tailândia.
Sebelumnya, Indonésia juga pernah menaklukkan Oman 2-0 em 24 de fevereiro de 1987, di turnamen yang sama. Namun setelah dua hasil manis tersebut, Garuda belum pernah lagi merasakan kemenangan atas Oman.
Halaman Selanjutnya
Omã venceu o placar com o empate por 1 a 0 na última temporada em Jacarta em 2007. A Indonésia sempat menahan com Omã 0 a 0 no Campeonato Asiático de 2011 em Mascate, terminou em 1 a 2 no jogo de Kandang.