Kamis, 4 de junho de 2026 – 12h00 WIB
VIVA –Presidente Americano Serikat, Donald Trump mengklaim bahwa Irã foi menyetujui untuk memiliki senjata nuklir. Hal ini desmontou Trump no podcast Pod Force One, lançado em 3 de junho de 2018.
IHSG Dibuka Melemah, Mayoritas Bursa Asia Menguat e Wall Street Lesu Imbas Situasi TimTeng
“Mereka sudah setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir,” Kata Trump dikutip dari laman Iranwire, Kamis 4 de junho de 2026.
Dalam wawancaranya itu, Trump juga menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei ikut terlibat dalam proses negosiasi damai antara Amerika Seriakt dan Iran.
Panas! Trump Akui Maki Netanyahu hingga Sebut Pemimpin Israel Itu Gila
“Dia terlibat penuh dalam masalah ini. Saya rasa mereka sangat menghormatinya,” jawab Trump saat ditanya mengenai peran Mojtaba Khamenei dalam perundingan antara Iran dan AS.
Selain membahas tentang perundingan damai antara Iran e AS saja, no podcast tersebut Trump juga sempat mengabarkan terkait kondisi Mojtaba Khamenei. Disebutnya bahwa Mojtaba Khamenei saat ini tidak terlalu baik. Namun demikian menurut Trump, Mojtaba telah menyetujui jalannya pembicaraan e terus menerima perkembangan terbaru terkait proses negosiasi tersebut.
Nasib Yen Kian Muram, investidor Mulai Waspadai Intervensi Baru Jepang
Dalam kesempatan itu, o presidente AS também menyatakan keinginannya para bertemu langsung dengan Mojtaba Khamenei.
“Saya ingin bertemu dengannya. Mungkin suatu saat kami akan bertemu, tergintung bagaimana perkembangan situasinya”, disse Trump.
Trump menyebut isu Irã sebagai sebuah keberhasilan besar. Mengenai negosiasi yang masih berlangsung antara kedua negara, ia mengatakan bahwa mereka sedang mengupayakan sebuah kesepakatan.
“Jika kesepakatan itu tercapai, hasilnya akan sangat baik. Jika tidak tercapai, itu juga tidak masalah. Kami akan menempuh cara lain,” kata dia.
No entanto, Trump não menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud com cara lain tersebut. Sebelumnya, ia alguns kali menyatakan bahwa Washington bisa kembali melancarkan serangan terhadap Iran jika dianggap perlu.
A história de Trump e Netanyahu
Trump também mengonfirmasi bahwa dirinya sempat terlibat percakapan yang cukup tegang dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ele se tornou um marah com Tindakan Netanyahu e fez o trabalho de Timur Tengah.
“Sim, benar. Saya tidak akan mengatakan bahwa saya marah, tetapi saya cukup terganggu dengan perang tanpa akhir yang melibatkan Líbano,” Trump disse.
Halaman Selanjutnya
Meski begitu, o Presidente AS tersebut menegaskan bahwa hubungannya com Netanyahu tetap baik.