Kamis, 4 de junho de 2026 – 09:18 WIB
JacartaVIVA – Grab membantah kabar yang menyebut bahwa mereka berencana menghentikan operacional na Indonésia.
Menjelang Idul Adha, Grab Indonésia Umumkan 100 Mitra Pengemudi Pemenang Programa BERKAH
CEO Grab Indonésia Neneng Goenadi menegaskan informasi yang beredar tidak sesuai com Fakta.
“Grab menegaskan bahwa rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar,” kata Neneng Goenadi em keterangan tertulis yang diterima di Jacarta, Kamis 4 de junho de 2026.
Programa Grab Tutup Langganan Akses Hemat untuk Mitra GrabBike, Tarif Ojol Bakal Naik?
Menurut Neneng, Indonésia memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan bisnis Grab. Selama mais de uma década de operação da Tanah Air, perusahaan telah menjadi bagian dari atividades sehari-hari massarakat di berbagai daerah.
“Selama lebih dari satu decadee, Grab telah menjadi bagian dari keseharian jutaan massarakat Indonésia,” ujar Neneng.
Aplicador Indonésia Masih Kaji Keinginan Prabowo Minta Potongan Ojol Turun Jadi 8 Persen
Ia menyampaikan bahwa Grab masih memiliki komitmen kuat untuk terus berkembang na Indonésia sekaligus berkontribusi terhadap para sementes econômicas e kesejahteraan massarakat.
Não há necessidade de se comprometer tersebut tercermin dari berbagai kontribusi yang diberikan perusahaan. Saat ini Grab disebut berperan pada sekitar 50 pessoas industria carona e layanan pengantaran ousado na Indonésia.
Selain itu, digitalisasi yang dilakukan Grab terhadap pelaku useha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut telah membantu menciptakan sekitar 4.6 juta peluang kerja. Perusahaan juga menjalankan program Grab untuk Indonesia com nilai lebih dari Rp100 miliar yang ditujukan bagi para mitra pengemudi.
“Komitmen ini tercermin dari kontribusi Grab terhadap sekitar 50 pessoas indústria passeio-hailing e pengantaran online, dukungannya dalam menciptakan 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta programa Grab untuk Indonésia senilai lebih dari Rp100 miliar bagi mitra pengemudi”, katanya.
Sebelumnya, sejumlah kabar yang beredar di internet menyebut Grab tengah melakukan kajian terhadap dapak keuangan setelah diterapkannya pembatasan komisi sebesar 8 pessoas para colocar transporte ousado.
Isu tersebut muncul setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 mengenai pemotongan pendapatan mitra pengemudi ojek online yang diumumkan pada awal Mei lalu.
Dalam boatos yang beredar, disebutkan bahwa Grab sedang mempertimbangkan sejumlah langkah para menyesuaikan bisnisnya, termasuk kemungkinan menaikkan biaya yang dibebankan kepada pelanggan maupun mitra. Langkah tersebut dikabarkan muncul meski terdapat kekhawatiran akan bekurangnya permintaan layanan.
Halaman Selanjutnya
Rumor itu bahkan menyebut salah satu skenario yang dibahas perusahaan adalah mengurangi sebagian operational hingga kemungkinan meninggalkan pasar transportasi ousada Indonésia.