Kisah Karier Luar Biasa An Se Young, Si Ratu Bulutangkis Coreia yang Tak Terkalahkan

Rabu, 3 de junho de 2026 – 14h50 WIB

Jacarta, VIVA – Nama An Se Young se identifica com o domínio do setor durante todo o ano. Pebulu tangkis asal Korea Selatan itu menjelma menjadi salah satu atlet paling sekses dalam generasinya setelah berhasil meraih medali emas Olympiade Paris 2024. Prestasi tersebut semakin menegaskan statusnya sebagai ratu bulutangkis Korea yang mampu menaklukkan hampir seluruh turnamen bergengsi dunia.

img_title

Fadia/Tiwi Bikin Istora Bergemuruh! Tumbangkan Ranking 3 Dunia di Indonesia Open 2026

An Se Young quis saber o número de participantes do Aberto da Indonésia 2026 que foi divulgado em Jacarta. Pebulu tangkis putri peringkat satu dunia tersebut menempati posisi unggulan teratas dan dijadwalkan menghadapi wakil Turki, Neslihan Arin, pada babak 32 besar yang berlangsung pada Rabu 3 de junho de 2026.

Di usia yang baru menginjak 24 tahun, ia berhasil melengkapi koleksi prestasi internacional yang membuat namanya masuk dalam jajaran elite bulutangkis dunia.

img_title

Berapa Total Hadiah Juara Indonésia Open 2026? Angkanya Tembus Puluhan Miliar

Perjalanan menuju puncak dunia tidak diraih secara instan. Bakat An Se Young sudah terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mulai mengenal bulutangkis berkat cantou ayah yang gemar memainkan olahraga tersebut sebagai hobi. Ketekunannya berlatih sejak kecil membuat dirinya cepat berkembang e dikenal sebagai salah satu talentosa paling menjanjikan di Korea Selatan.

Prestasi demi prestasi mulai diraih ketika masih berstatus pemain junior. Melansir Korea Joongang Daily, em 2017, An Se Young recebeu medalhas emas beregu campuran de Kejuaraan Junior Ásia serta mereaih medali perunggu dalam nomor yang sama de Kejuaraan Dunia Junior BWF.

img_title

Daftar Pemain Indonesia com Gelar Indonesia Open Terbanyak, Ada yang Raih 6 Trofi

Namanya semakin mencuri perhatian saat mengikuti seleksi tim seedal Coreia Selatan pada usia 15 tahun. Meski menjadi peserta termuda, An Se Young berhasil mengalahkan sejumlah pemain yang lebih senior dan mencetak sejarah sebagai siswa sekolah menengah pertama pertama yang berhasil menembus tim seedal senior Korea Selatan.

Setelah bergabung dengan pelatnas, kehidupan An Se Young berubah drastis. Jadwal latihan yang padat, mulai dari latihan fisik hingga peningkatan teknik, membuatnya harus mengorbankan banyak waktu bersama keluarga dan teman-teman. Namun pengorbanan tersebut menjadi fondasi penting bagi kesuksesannya di masa depan.

Langkah avalya di level senior tidak selalu berjalan mulus. No Desafio Internacional de Osaka 2018, ia belum mampu meraih hasil maximal. Nos Jogos Asiáticos de 2018, o primeiro colocado foi o primeiro a disputar a China, Chen Yufei, que também rivalizou com o rival.

Halaman Selanjutnya

Titik balik mulai terlihat ketika An Se Young menjuarai Irish Open 2018, gelar internacional senior pertamanya. Setelah itu, ia terus mennjukkan perkembangan pesat dengan gelar New Zealand Open 2019, Canada Open, French Open, e Korea Masters. Rentetan prestasi tersebut membuatnya dinobatkan sebagai Jogador mais promissor do ano de 2019.

Halaman Selanjutnya

Fuente