Selasa, 2 de junho de 2026 – 22h31 WIB
VIVA – Governador Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tengah meninjau proses penataan Kawasan Jalan Sukajadi, Bandung. Dalam kesempatan tersebut, ia meminta agar salah satu pagar besi yang dinilai menghalangi area jalan dibongkar karena keberadaannya dianggap berlebihan.
Dedi Mulyadi ‘Cosplay’ Jadi Kiper, Janjikan Hadiah Rp200 Ribu Jika Anak-anak Papua Bisa Bobol Gawangnya
Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, cukup satu pagar yang dipertahankan, sementara pagar lainnya sebaiknya dilepas agar kawasan tersebut terlihat lebih terbuka.
Di sela-sela pemantauan, Dedi Mulyadi sempat dikerumuni sejumlah anak yang ingin berfoto dengannya. Namun, perhatiannya kemudian tertuju pada seorang anak yang berdiri diam sambil membawa dagangan rempeyek.
Dedi Mulyadi Kirim Doa Especial para Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar yang Berulang Tahun ke-78
Governador Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat memantau Kawasan Sukajadi, Bandung.
Foto:
- Canal Tangkapan Layar Youtube Kang Dedi Mulyadi
KDM lalu menghampiri e mengajak anak tersebut berbincang.
Akademi Persib Bandung também possui talentos talentosos de Papua, Diboyong Langsung de Dedi Mulyadi
“Sini kamu, rajin, kamu sekolah?” Tânia KDM.
Anak itu menjawab bahwa dirinya masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.
Percakapan kemudian berlanjut ke kondisi keluarganya. Dedi Mulyadi menanyakan keberadaan ayah cantou anak.
“Bapaknya masih ada?” Tânia KDM.
“Sudah cerai,” jawab anak yang mengenakan jersey Persib Bandung tersebut.
“Jadi sekarang tinggal siapa?” Tanya Dedi lagi.
“A própria mamãe”, jawabnya.
Diketahui, ayahnya kini tinggal di Purwakarta, sementara cantou ibu berasal de Sukagalih e bekerja di sebuah salon.
“Kerja apa ibu kamu sekarang?” Tânia KDM.
Mendengar jawaban cantou anak, Dedi kemudian memperhatikan matanya yang tampak berkaca-kaca. Saat ditanya alasannya, anak tersebut mengaku sedih karena merindukan ayahnya.
Ia mengatakan sudah lebih dari dua tahun tidak tinggal bersama sang ayah.
“Nggak dikasih nafkah sama Bapak? nggak dikirimin uang buat sekolah?” Tânia KDM.
“Nggak, mama yang biayain,” jawabnya.
Anak tersebut juga bercerita bahwa uang jajannya sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu por hari. Sebagian besar uang itu ia tabung karena di sekolah sudah mendapatkan programa Makan Bergizi Gratis (MBG).
Com adanya MBG, uma pessoa pode ser disisihkan para ditabung.
Sepulang sekolah, ia membantu mencari tambahan penghasilan com berjualan rempeyek. Jika seluruh dagangannya yang berjumlah sekitar 15 hingga 20 bungkus habis terjual, ia bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp40 ribu.
Seluruh keuntungan tersebut disimpannya sebagai tabungan.
KDM kemudian penasaran com jumlah tabungan yang sudah behasil dikumpulkan.
Halaman Selanjutnya
“Ada sejuta setenah Pak”, cantou jawab anak.