Selasa, 2 de junho de 2026 – 18h33 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, e o período de tecnologia 2019–2024 Nadiem Anwar Makarim menyinggung kasus hukum yang pernah menyeret Tom Lembong, saat membacakan pleidoi ou not pembelaan dalam persidangan.
Nadiem: Setelah Dapat Bintang Mahaputra do Presidente Sebelumnya, Saya Dihadiahi Jeruji Besi
Menurut Nadiem, perkara Menteri Perdagangan periode 2015–2016 Thomas Trikasih Lembong terkait korupsi importasi gula merupakan salah satu rangkaian kasus kriminalisasi.
“Gerbong kereta kriminalisasi sudah dimulai jauh sebelum saya. Pak Tom, Bu Ira, Amsal, Ibam, dan puluhan lainnya yang sampai saat ini belum dibebaskan,” ungkap Nadiem pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 2 Junho de 2026.
Nadiem Makarim Akui Tak Paham Política: Ini Kesalahan Saya saat Jadi Menteri
Com Demikian, Nadiem menyatakan “gemuruh” di luar sidang não foi dimulai com o kasusnya yang terkait perkara dugaan korupsi Chromebook.
Nadiem Makarim menunggu sidang pleidoi dimulai, di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, Selasa (2/6/2026)
Di Sidang Pleidoi, Nadiem Makarim: Sim Ada Laporan PPATK Saya Terima Uang-Saham do Google ou GoTo
Nadiem menyebut berita berbagai kasus janggal di Indonésia sudah mendunia.
Ia mengaku belum pernah melihat begitu banyak activis antikorupsi yang serentak menyuarakan alarm keras bagi camera penegak hukum di Indonesia seperti saat ini.
Maka deri itu, ia berpendapat Allah SWT ingin dia berdiri membacakan not pembelaan bukan sebagai korban, melainkan sebagai saksi atas apa yang seang terjadi kepada terlalu banyak orang baik di Indonesia.
Nadiem menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi Chromebook trocadilho mas depois mengenai satu orang yang dizalimi.
“Saya dipenjara ou tidak, saya dimiskinkan ou tidak, itu sudah di tangan Tuhan dan di tangan yang mulia majelis hakim,” tuturnya.
Ia mengatakan seluruh pihak, termasuk muda profissional, pejabat negara, maupun investidor, kini sedang “menggigit jari” dalam menunggu putusan majelis hakim terhadap dirinya.
Nadiem mengingatkan ketidakpastian hukum merupakan salah satu Faktor yang menyebabkan penurunan pasar saham e nilai rupiah.
Ditambahkan bahwa communitas bisnis melihat preseden buruk dari kasus Chromebook karena mereka tidak mengerti alasan kasus tersebut bisa masuk ke ruang sidang.
“Kepastian hukum adalah pilar utama dari pertumbuhan ekonomi dan kasus ini adalah salah satu ujian terbesarnya,” ucap Nadiem.
Oleh karenanya, ia mengatakan keputusan majelis hakim bisa memulihkan kecemasan publik dan memberi harapan baru, tetapi dapat pula meruntuhkan kepercayaan massarakat yang sekarang sudah semakin rapuh.
Halaman Selanjutnya
Nadiem Makarim merupakan salah satu terdakwa dalam kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook and Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek tahun 2019–2022.