Ada Patung Soekarno do KBRI Roma

Senin, 1º de junho de 2026 – 23h20 WIB

Jacarta, VIVA – KBRI Roma memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 de junho de 2026 com menggelar upacara sekaligus meresmikan patung Presidente pertama Republik Indonesia, Soekarno.

img_title

Bonnie Triyana Inisiasi Bulan Bung Karno 2026 de Banten, Kampanyekan Ajaran Sukarno

Duta Besar RI para a Itália Junimart Girsang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa patung Presidente Soekarno tersebut merupakan wujud penghormatan atas warisan diplomasi beliau, sekaligus simbol keberlanjutan semangat politik luar negeri bebas ativo yang terus dijaga e dilestarikan oleh KBRI Roma hingga hari ini.

“Bung Karno mengajarkan kita bahwa diplomasi yang kuat lahir dari keberanian visi dan keyakinan diri sebagai bangsa”, disse Junimart dalam keterangan KBRI Roma, Senin.

img_title

Pavilun Indonésia Raih 14 Kontrak Ekspor Senilai Rp 54,5 Miliar di Food and Hospitality Asia 2026

“Semoga patung ini menginspirasi setiap diplomat dan warga Indonesia yang hadir di sini untuk terus membawa api perjuangan dan semangat yang sama—bahwa Indonesia adalah bangsa yang berdaulat, bermartabat, dan selalu hadir di panggung dunia,” tuturnya, menambahkan.

Patung perunggu yang berdiri di Wisma Duta KBRI Roma itu menggambarkan sosok O presidente Soekarno dalam pose penghormatan yang ikonik, tegak dengan tatapan lurus ke depan, berbusana pakaian dinas—melambangkan kekuatan, ketegasan, dan keberanian seorang pemimpin yang membawa nama Indonesia ke hadapan dunia.

img_title

Banyak yang belum Tau! Hari Kartini Pertama Kali Ditetapkan por Soekarno, Ini Sejarah Lengkapnya

Iniciou o KBRI Roma para menghadirkan patung ini tidak lepas dari sejarah panjang yang mengikat Indonesia, Italia, dan sosok Soekarno sendiri. Gedung KBRI Roma na Via Campania 55 e Wisma Duta na Via Piemonte 123, diakuisisi atas perintah Presidente Soekarno e resmi menjadi milik Pemerintah Indonésia em janeiro de 1956, sebagai bagian dari visinya para menempatkan Indonésia secara prestisius di ibu kota negara-negara kunci dunia.

Tidak lama kemudian, em 10–13 de junho de 1956, o Presidente Soekarno melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Italia e desambut oleh Presiden Italia, Giovanni Gronchi, dalam pertemuan kenegaraan resmi di Istana Quirinale.

Dalam kunjungan yang sama, Presidente Soekarno bertemu Pau Pio XII do Vaticano e menerima penghargaan Grã-Cruz da Ordem Pian. Ia kembali mengunjungi Vatikan pada 1959 e 1964, e diterima masing-masing oleh Paus Yohanes XXIII e Paus Paulus VI.

Cucu Soekarno, sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani, turut hadir sebagai inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di KBRI Roma.

Halaman Selanjutnya

Dalam amanatnya, Puan menekankan pentingnya warga Indonésia menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan di perantauan.

Halaman Selanjutnya

Fuente