Saldo ATM e M-Banking Bisa Terkuras, Ini Cara Menghindari Jebakan Phishing

Senin, 1º de junho de 2026 – 21h30 WIB

Jacarta, VIVA – Di era digital seperti saat ini, bebagai atividades que podem ser facilmente dilakukan secara online. Mulai dari transfer uang, pembayaran tagihan, hingga pengajuan layanan keuangan kini dapat dilakukan hanya melalui ponsel.

img_title

Waspadalah! Código QR Berbahaya Menggunakan Simbol Teks

Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman kejahatan siber juga terus meningkat e mengincar pengguna internet yang kurang waspada.

Salah satu modus penipuan yang paling sering terjadi adalah phishing. Faça isso com o seu nome de usuário e forneça informações sobre seus próprios nomes de usuário, senha, código OTP e outros dados bancários.

img_title

Tunggakan Pajak Capai Rp 330,6 Miliar, DJP Blokir Rekening 84 Orang Wajib Pajak

Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak resmi agar korban percaya e tanpa sadar menyerahkan data pribadinya. Embora não seja uma questão de dinheiro, você pode fazer isso para obter informações sobre phishing que podem ser usadas para obter muitos centavos que podem ser desativadas.

Berikut penjelasannya, sebagaimana dirangkum dari media social resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin, 1 de junho de 2026.

img_title

Modus Baru Penipuan AI Bikin Ngeri, Uang di Rekening Bisa Ludes Digasak Maling

Ou Phishing?

Phishing é uma ameaça eletrônica que gera informações sensíveis sobre o dinheiro com cara de menyamar sebagai pihak yang terpercaya. Data yang berhasil diperoleh dapat digunakan untuk mengakses akun korban, melakukan transaksi ilegal, hingga menguras balance rekening ou dompet digital.

Modus ini terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Karena itu, massarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bentuk phishing yang beredar di internet.

Macam-Macam Bentuk Phishing yang Perlu Diwaspadai

1. Phishing de e-mail Melalui

Pelaku mengirimkan e-mail yang tampak berasal dari lembaga ou institusi resmi. Tampilan, logotipo, hingga bahasa yang digunakan sering kali dibuat sangat mirip com aslinya sehingga sulit dibedakan.

Biasanya korban diminta mengklik tautan tertentu ou mengisi dados privados com alasan verifikasi akun, dados pembaruan, ou hadiah tertentu.

2. Site Palsu

O modus berikutnya é um local na web que permite a localização de resmi perusahaan, banco, ou plataforma digital.

Pelaku memalsukan alamat domain dan desain halaman agar korban percaya. Ketika korban memasukkan nome de usuário e senha, dados tersebut langsung dicuri oleh pelaku.

3. Ponto de acesso Wi-Fi Palsu

Pelaku juga dapat membuat jaringan Wi-Fi yang menyerupai jaringan resmi di tempat umum seperti pusat perbelanjaan, bandara, ou café.

Halaman Selanjutnya

Saat korban terhubung ke jaringan tersebut, atividades na internet dapat dipantau sehingga informasi penting berpotensi dicuri oleh pelaku.

Halaman Selanjutnya

Fuente