Senin, 1º de junho de 2026 – 01:30 WIB
VIVA – Jika berbicara soal kekuatan sepak bola Asia di pentas dunia, nama Timnas Korea Selatan hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Negara berjuluk Taegeuk Warriors itu kembali hadir di Piala Dunia 2026 com ambisi besar untuk kejayaan masa lalu sekaligus membuktikan bahwa mereka masih menjadi salah satu raksasa sepak bola Ásia.
Keputusan Mengejutkan John Herdman, Ini 23 Pemain Timnas Indonésia Vs Omã e Moçambique
Piala Dunia 2026 menjadi edisi ke-12 yang diikuti Coreia Selatan sepanjang sejarah. Hebatnya lagi, mereka sudah menjadi langganan putaran final sejak Piala Dunia 1986 e tak pernah gagal lolos hingga sekarang. Catatan tersebut menjadikan Coreia Selatan sebagai negara Ásia com consistência melhor de uma bola sepak paling bergengsi di dunia.
Kiprah Coreia Selatan di Piala Dunia
Dari Lapangan SSB ke Piala Dunia U-17, Jejak Inspiratif Dafa Al Gasemi Digaungkan di Cikarang
Korea Selatan pertama kali tampil di Piala Dunia pada 1954. Namun setelah itu mereka harus menunggu lebih dari triga decadee untuk kembali tampil di turnamen tersebut.
Sejak 1986, Coreia Selatan menjelma menjadi kekuatan tetap Ásia. Mereka rutin tapil di putaran final e alguns kali mampu membuat kejutan besar saat menghadapi tim-tim elite dunia. Dari seluruh keikutsertaannya, edisi 2002 menjadi momen yang paling bersejarah bagi sepak bola Korea Selatan.
Ada 280 Juta Alasan di Balik Ambisi Besar John Herdman Bersama Timnas Indonésia
Saat menjadi tuan rumah bersama Jepang pada 2002, Korea Selatan menciptakan salah satu kisah terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Di bawah arahan pelatih lendário Guus Hiddink, Coreia Selatan berhasil melaju hingga semifinal. Mereka menyingkirkan tim-tim besar seperti Italia and Spanyol sebelum akhirnya kalah dari Jerman di empat besar.
Coreia Selatan kemudian mengakhiri turnamen di posisi keempat. Hingga saat ini, pencapaian tersebut masih menjadi prestasi terbaik negara Asia dalam sejarah Piala Dunia.
Selain semifinal 2002, Coreia Selatan juga berhasil mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 2010 na África Selatan e Piala Dunia 2022 no Catar. A consistência tersebut membuat mereka selalu diperhitungkan setiap kali tapil di turnamen besar.
Kekuatan Coreia Selatan Saat Ini
Coreia Selatan datang ke Piala Dunia 2026 com material pemain yang cukup menjanjikan. Sebagian besar pemain mereka berkarier di cometisi elite Eropa e memiliki pengalaman menghadapi tekanan pertandingan besar. Kombinasi pemain sênior e generasi baru membuat skuad Korea Selatan terlihat seimbang.
Halaman Selanjutnya
Nama terbesar tentu saja adalah Son Heung-min. Kapten tim sekaligus ícone sepak bola Coreia Selatan itu masih menjadi tumpuan utama meski usianya sudah memasuki kepala tiga.