Minggu, 31 de maio de 2026 – 06:06 WIB
Budapeste, VIVA – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menilai keberhasilan timnya menjuarai UEFA Champions Leaguemusim 2025/2026 jauh lebih sulit diraih dibandingkan denganmusim sebelumnya. Perlawanan sengit dari sang rival di partai puncak membuat trofi kali ini terasa sangat especial bagi club raksasa Prancis tersebut.
Sejarah Tercipa! PSG Segel Juara consecutiva Liga dos Campeões Usai Jinakkan Arsenal
Enrique secara terbuka mengakui bahwa Arsenal membro perlawanan yang luar biasa tangguh sepanjang laga. Intensidades tinggi e tekanan yang diberikan oleh The Gunners membuat kemenangan ini terasa mais emocional jika dibandingkan yang momen saat mereka menumbangkan Inter Milan na partei finalmusim lalu.
“Lebih sulit dari tahun lalu karena kami tahu sebelum pertandingan betapa sulitnya bermain melawan Arsenal,” ujar Luis Enrique kepada Canal+ usai pertandingan.
Jelang Final Champions League, Begini Rekor Pertemuan PSG vs Arsenal no 5 Duel Terakhir
PSG juara Liga dos Campeões 2025/26
A final da partida foi disputada em Puskas Arena, Budapeste, Hungria, em Sabtu (30/5) durante todo o ano, vencendo 1-1 depois de 120 minutos selesai. A última vez que o PSG foi derrotado foi o drama do pênalti, que terminou em 4-3.
Arsene Wenger Jagokan Arsenal Juara Liga dos Campeões, Tak Gentar Meski PSG Lebih Diunggulkan
Babak tos-tosan ini sekaligus mencatatkan sejarah baru sebagai partai final ke-13 dalam sejarah Piala Champions ou Liga Champions yang harus diselesaikan melalui titik putih. Em uma situação penuh tekanan tersebut, mentalitas juara para pemain Les Parisiens terbukti lebih matang dan tenang.
Kegagalan dua executor penalti Arsenal, Eberechi Eze e Gabriel Magalhães, menjadi pembeda yang krusial dalam babak penentuan tersebut. Sementara do seu PSG, hanya Nuno Mendes yang gagal menyarangkan bola ke gawang lawan, ganhou o troféu Si Kuping Besar kembali terbang menuju ju Paris.
Cetak Rekor Emas da Era Moderna
Com isso, o Paris Saint-Germain resmi mengukir sejarah emas di era modern sepak bola Eropa. Mereka menjadi tim kedua yang mampu mempertahankan gelar juara Champions League berturut-turut setelah Real Madrid, yang pernah mendominasi dengan menjuarai kometisi ini tigamusim beruntun no período 2016 hingga 2018.
Selain itu, Les Parisiens juga menegaskan dominasinya secara regional com menjadi club Prancis pertama dalam sejarah yang sekses menjuarai Piala Eropa ou Champions League dalam duamusim berturut-turut.
Halaman Selanjutnya
Kesuksesan luar biasa este semakin memperkokoh reputasi emas Luis Enrique di panggung sepak bola internacional. Com esse troféu conquistado, Enrique kini resmi mengoleksi tiga gelar Liga dos Campeões sepanjang karier kepelatihannya. Eles pensaram que ele poderia ser considerado taticamente como o espanhol, mas seja com seus lendários nomes como Bob Paisley, Pep Guardiola, Carlo Ancelotti e Zinedine Zidane.