PDIP Minta Prabowo Tak Asal Instruksikan Bahasa Prancis di Sekolah: Perlu Kajian Mendalam!

Minggu, 31 de maio de 2026 – 00:35 WIB

Jacarta, VIVA – PDI Perjuangan (PDIP) buka suara soal instruksi Presidente RI Prabowo Subianto terkait pembelajaran bahasa Prancis di seluruh tingkatan sekolah na Indonésia.

img_title

Penguatan Hubungan Indonesia-Prancis Disebut Penting untuk Dukung Kepentingan Nasional

Menurut Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, penentuan bahasa yang diajarkan di sekolah harus mengacu pada kebutuhan pendidikan poznanal dan kajian kurikulum. Bukan ditentukan berdasarkan kunjungan presidin ke suatu negara tertentu.

“Kalau soal aipo bahasa, saya kira itu biar kurikulum sekolah-sekolah yang menentukan,” Kata Andreas Kepada wartawan di Kawasan Jakarta Utara, dikutip Minggu, 31 de maio de 2026.

img_title

Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Bisnis Rp61 Triliun dari Prancis

Andreas menyebut jangan sampai tiap kali pemerintah menjalin hubungan dengan negara tertentu, maka bahasa negara tersebut divacanakan menjadi bagian dari kurikulum wajib di tingkat seedal.

“Jangan nanti kalau kita ketemu pemimpin dari suatu negara, terus kemudian bahasa itu menjadi kurikulum wajib,” tutur dia.

img_title

Prabowo Tunjuk AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jacarta-Bandung

Dia lantas mengakui bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa internacional yang penting to dipelajari. Namun, menurutnya, bahasa Prancis lebih baik dijadikan sebagai mata pelajaran pilihan.

Prioritas utama pendidikan bahasa menurutnya é o penguatan bahasa Indonesia e o penguasaan bahasa Inggris.

“Tapi kalau menjadi kurikulum wajib, saya kira kita perlu bahasa Inggris, kita perlu memperkuat bahasa Indonésia. Itu yang paling penting untuk pembinaan pendidikan, terutama pendidikan bahasa,” ungkap Andreas.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menjelaskan bahasa Prancis penting to dipelajari, namun kebijakan tersebut tidak bisa langsung ditetapkan menjadi kurikulum wajib di sekolah Indonesia.

Menurut Djarot, butuh kajian mendalam sebelum menetapkan kebijakan tersebut.

“Masalah bahasa Prancis itu penting juga. Tapi tidak bisa serta-merta begitu Presidente berkunjung ke Prancis, kemudian beliau berbicara akan mewajibkan pendidikan bahasa Prancis di semua tingkatan sekolah,” ucap Djarot.

Djarot trocadilho mengingatkan agar kurikulum pendidikan disusun secara terukur e tidak bergantung pada agenda kunjungan presiden ke luar negeri.

“Kalau misalnya beliau ke mana lagi, Afrika misalnya, apakah kemudian bahasa Afrika yang harus diajarkan? pungkas Djarot.

Halaman Selanjutnya

Fuente