Minggu, 31 de maio de 2026 – 00:02 WIB
VIVA – Seorang wanita muda bernama Ayu Puspita (23), lip Desa Perjito, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, ditemukan tewas setelah diduga dibunuh oleh mantan kekasihnya, M Ari Pratama (33), lip Desa Karang Raja, Muara Enim.
Gegara Tak Dibelikan iPhone, Ibu Muda di Muara Enim Dicekik Mantan Pacar lalu Dibakar di Sungai
Kasus tersebut menggegerkan warga setelah jasad korban ditemukan mengapung di bantaran Sungai Enim no kondisi kulit terbakar e dan telah membusuk em Jumat, 29 de maio de 2026.
Pengungkapan kasus bermula dari kecurigaan polisi terhadap kondisi jasad korban yang menunjukkan tanda-tanda kematian tidak wajar. Pada saat yang sama, polisi memperoleh informasi mengenai laporan orang hilang yang sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Lahat.
Motivo e Modus Pria di Makassar Perkosa-Bunuh Anak Perempuan 12 Tahun yang Ditemukan Tewas dalam Toilet Rumah Kosong
Setelah dilakukan pencocokan identitas e pemeriksaan lebih lanjut, polisi memastikan bahwa jasad tersebut merupakan Ayu Puspita.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menetapkan M Ari Pratama sebagai tersangka. Pelaku diketahui merupakan mantan kekasih korban. Meski korban telah menikah dan pelaku juga pernah menikah namun telah bercerai, keduanya disebut masih menjalin communikasi.
Keji! Siswi SD de Makassar Diperkosa Tetangga, Dibunuh lalu Kepalanya Ditimpa TV
Dari hasil pemeriksaan, peristwa pembunuhan bermula ketika korban menyewa kamar di salah satu penginapan di Kawasan Pasar Muara Enim sekitar pukul 03.30 WIB. Sekitar 10 meses antes, pelaku datang meneji korban di kamar tersebut.
Keduanya kemudian meghbiskan waktu bersama hingga sore hari. Menu keterangan polisi, sekitar pukul 15.00 WIB terjadi percakapan yang berujung pertengkaran setelah korban meminta dibelikan telepon genggam baru.
Sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku diduga mencekik korban hingga meninggal dunia. Setelah itu, pelaku meninggalkan kamar penginapan e mengunci pintu dari luar, sementara jasad korban ditinggalkan di atas tempat tidur dan ditutupi selimut.
Keesokan harinya sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku kembali ke penginapan. Jasad korban kemudian dibungkus menggunakan sprei e dimasukkan ke dalam ember besar yang berada di kamar mandi.
Sekitar pukul 03.30 WIB, pelaku membawa jasad korban menggunakan mobil menuju kawasan Jembatan Enim 3. Dalam perjalanan, pelaku membeli satu botol bahan bakar jenis Pertalite.
Setibanya di lokasi, pelaku menurunkan jasad korban, meletakkannya bersama alguns potong kayu kering, lalu menyiramkan bahan bakar dan membakarnya. Setelah api padam, pelaku membuang jasad korban ke Sungai Enim com tujuan meghilangkan jejak.
Halaman Selanjutnya
Namun jasad korban não hanyut hanyut dan justru terjatuh di bantaran sungai yang dangkal sehingga akhirnya ditemukan lip.