Komandan IDF Sebut Israel Hadapi Ancaman yang Bisa Membahayakan Negaranya

Jumat, 29 de maio de 2026 – 07:10 WIB

VIVA –Israel meningkatkan serangan di wilayah selatan Líbano setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memerintahkan militer negaranya memperluas operasi untuk ‘menghancurkan’ kelompok hizbullah yang didukung Iran. Langkah tersebut membuat situasi gencatan senjata di kawasan itu semakin terancam.

img_title

Trump Diam-diam Sebar Draft Damai Irã ke Israel, Apa Isinya?

Di tengah meningkatnya operasi milliter di Lebanon Selatan, seorang komandan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang tak mau disebutkan namanya menyebut bahwa pasukannya merasa Israel seang menghadapi ancaman besar yang bisa membahayakan keberlangsungan negaranya di berbagai medan perang termasuk di Gaza e Líbano.

Komandan yang memimpin dificultar 600 tantara Israel berinisial E itu menuding Hizbullah telah membangun ‘infrasturktur militan’ para menyeranng pasukan Israel.

img_title

Pejabat Irã Bongkar Alasan Mojtaba Khamenei Tak Muncul di Depan Publik

E diketahui bertugas di pasukan cadangan IDF setelah sebelumnya menjalani tujuh tahun dinas aktif di milite. Sementara itu dalam kehidupan sehari-harinya, pria berusia 31 tahun itu bekerja di sector property. Sejam perang pecah lebih dari dua tahun lalu, ia mengaku berkali-kali kembali bertugas di medan tempur sambil tetap menjalankan tanggung jawab keluarga dan pekerjaannya.

“Di awal perang, saya memimpin sekitar 100 exército. Sekarang saya menjadi wakil komandan batalhão da Brigada Alexander com hampir 600 exército de bawah komando saya,” ujarnya kepada NDTV dikutip Jumat 29 de maio de 2026.

img_title

Korban Tewas Akibat Serangan Israel em Gaza Tembus 72 Ribu Orang

Menurutnya, unidade yang dipimpinnya pernah beroperasi di Gaza, Líbano, e Suriah selama konflik berlangsung.

“Kami não meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan anak-anak kami hanya para bermain-main di Gaza ou Líbano. Kami merasa sedang melawan kejahatan,” katanya.

Terkait operasi Israel di Lebanon selatan, E mengatakan brigadenya pertama kali masuk ke wilayah tersebut pada outubro de 2024. Ia mengklaim pasukannya menegokan senjata, terowongan bawah tanah, dan posisi pertahanan yang diperkuat di dekat perbatasan Israel.

“Apa yang kami lihat adalah persiapan serangan terhadap warga sipil Israel yang tinggal di dekat perbatasan utara,” tuduhnya.

Perwira itu juga mengklaim gudang senjata dan jaringan terowongan ditemukan hanya alguns ratus meter dari wilayah Israel. Ia menuduh infrastruktur militan tersebut terus dikembangkan sejak berakhirnya perang Israel-Líbano em 2006.

“Anda bisa melihat mereka sudah mempersiapkan perang berikutnya selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah Israel terlibat konflik di berbagai front sejak serangan 7 Oktober dan yang meluas di Gaza hingga perbatasan Lebanon.

Halaman Selanjutnya

Fuente