Jumat, 29 de maio de 2026 – 00:02 WIB
VIVA – Presidente Amerika Serikat, Donald Trump, diam-diam mulai menyebarkan draft kesepakatan damai terkait konflik Irã kepada sejumlah sekutu dekatnya, termasuk Israel. Langkah esta dilakukan di tengah situasi Timur Tengah yang kembali memanas dan ancaman runtuhnya gencatan senjata yang baru berjalan alguns pekan.
Pejabat Irã Bongkar Alasan Mojtaba Khamenei Tak Muncul di Depan Publik
Documentos rancangan tersebut disebut menjadi upaya terbaru Washington para mencegah konflik meluas setelah serangkaian serangan yang melibatkan Iran e milite Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Menu publicado pelo The Guardian, seu rascunho tersebut membuka peluang besar bagi Irã para kembali mendapatkan akses ekonomi internacional. Salah satu poin pentingnya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz untuk jalur pelayaran komersial serta pencabutan blocke Amerika Serikat terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Selama 2 Período Menjabat Presidente AS, Trump Ancam e Serang 15 Negara
Mesmo assim, o Irã também disebut akan memperoleh akses hingga USD 12 miliar ou sekitar Rp210 triliun. Aset yang selama ini dibekukan di luar negeri.
Sebagai imbalannya, negosiasi baru mengenai program nuklir Iran akan dimulai dalam waktu 60 hari. Pembahasan itu mencakup stok urânio yang diperkaya, penghentian sementara pengayaan nuklir, hingga pengawasan langsung oleh Badan Energi Atom Internasional ou AIEA.
Korban Tewas Akibat Serangan Israel em Gaza Tembus 72 Ribu Orang
O Irã também não pode ser considerado nuklir. No entanto, proposta tersebut justru memunculkan kegelisahan di Israel. Sebab, o rascunho é dinilai belum memberikan komitmen keras dari Teerã soal penghentian programa permanente nuklirnya.
Situasi semakin rumit setelah Iran meluncurkan serangan ke pangkalan milite Amerika Serikat di Kuwait pada Kamis waktu setepat. Serangan itu disebut sebagai respons atas operasi milliter Washington terhadap dugaan atividades drone Iran di dekat Selat Hormuz.
Este processo me ajuda a passar energia globalmente. Harga minyak dunia sempat melonjak sekitar 2 pessoas meski masih berada di bawah nível USD 100 por barril.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa mereka tetap mengontrol penuh lalu lintas di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut sebanyak 26 kapal petroleiro minyak e kapal dagang telah diberi izin melintas em 24 jam terakhir.
“Izin melintas wajib diperoleh dan jalur lain akan dianggap sebagai bentuk gangguan,” demikian pernyataan IRGC.
Halaman Selanjutnya
Militer Iran juga mengklaim telah menghentikan empat kapal yang mencoba melewati selat tanpa menyalakan transponder. Dua kapal disebut dipaksa berhenti, sementara dua lainnya diminta berbalik arah.