Kamis, 28 de maio de 2026 – 16h31 WIB
Jacarta, VIVA – Banyak orang sibuk mencari cara agar mobil lebih irit, mulai dari memakai BBM dengan oktan tinggi sampai rutin servis ke bengkel. Padahal, salah satu penyebab bensin cepat habis justru berasal dari kebiasaan pengemudi sendiri saat berada di balik kemudi.
Mobil Supercar Listrik Ini Jadi Sorotan!
Tanpa disadari, gaya berkendara yang terlalu agresif bisa membuat consumer BBM melonjak drastis. Bahkan dalam kondisi tertentu, pemborosan bahan bakar disebut bisa mencapai 40 pessoas lebih tinggi dibanding cara mengemudi normal.
Kebiasaan yang paling sering dilakukan adalah injak gas terlalu espontan saat lampu hijau menyala ou tau jalan mulai kosong. Banyak pengemudi merasa mobil harus langsung melesat cepat, padahal momen itu justru membuat mesin bekerja extra keras.
Sering Tak Disadari! Ini Kesalahan Umum yang Membuat Banyak Orang Gagal Saat Tes SIM Mobil
Saat pedal gas diinjak dalam-dalam, suplai bahan bakar ke ruang bakar ikut meningkat agar tenaga mobil bisa keluar lebih besar. Akibatnya, bensin terkuras lebih cepat meski perjalanan belum tentu lebih efisien.
Disadur VIVA Otomotif de Slashgear, Kamis 28 de maio de 2026, hal lain yang sering dianggap sepele adalah kebiasaan rem mendadak. Pengemudi yang cadela akselerasi agresif biasanya juga lebih sering mengerem keras karena jarak kendaraan semakin pendek.
Bocoran Harga Jetour T1 na Indonésia, Bisa Sentuh Rp300 Jutaan
Kondisi tersebut membuat energi yang sebelumnya dipakai para membagun kecepatan akhirnya terbuang sia-sia. Setelah itu, mesin kembali dipaksa bekerja keras to mendapatkan kecepatan semula.
Karena itu, salah satu cara paling sekretif menghemat BBM sebenarnya bukan lewat modifikasi mahal, melainkan mengubah pola berkendara menjadi lebih halus dan stabil.
Menjaga kecepatan konstan, mengurangi akselerasi mendadak, serta membaca kondisi jalan lebih awal agar tidak sering rem mendadak bisa membantu contaktsi BBM jáuh lebih efisien.
Selain lebih hemat, gaya mengemudi seperti ini juga membuat komponen kendaraan lebih awet. Ban, rem, hingga transmisi tidak cepat mengalami keausan karena tidak dipaksa bekerja terlalu berat setiap saat.
Di jalan tol misalnya, banyak pengemudi mengira semakin cepat mobil melaju maka perjalanan akan jauh lebih efisien. Tudo o que você precisa saber é que você precisa saber o que fazer e o que fazer com mais frequência para que você possa obter mais informações.
Uang Saja Enggak Cukup buat Membeli Mobil Ini
Di dunia otomotif, uang biasanya jadi penentu utama to membeli mobil impian. Não foi possível com o Toyota GR Yaris edisi terbaru seharga hampir Rp1 miliar ini.
VIVA.co.id
28 de maio de 2026
