Início Notícias Wamendagri Ribka Haluk Luruskan Persepsi tentando dados OAP de Tanah Papua

Wamendagri Ribka Haluk Luruskan Persepsi tentando dados OAP de Tanah Papua

53
0
Wamendagri Ribka Haluk Luruskan Persepsi tentando dados OAP de Tanah Papua

Kamis, 28 de maio de 2026 – 14h54 WIB

Jayapura, VIVA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meluruskan persepsi yang berkembang di tengah-tengah massarakat terkait pendataan Orang Asli Papua (OAP) di enam provinsi. Ia menegaskan bahwa jumlah OAP yang saat ini tercatat do Sistema de Informações Administrativas Kependudukan (SIAK) não foi dijadikan dasar para menyimpulkan bahwa OAP menjadi kelompok minoritas di Tanah Papua.

img_title

Wamendagri Ribka: Perlu Sinergisitas e Tata Kelola yang Baik dalam Percepatan Pembangunan Papua

“Setelah ada pertemuan kami terkait dengan masalah pendataan Orang Asli Papua yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Papua e juga lima provinsi lain di Tanah Papua, ternyata memang ada internauta, comentarista, e pengamat Lokal yang menyampaikan persepsi bahwa terjadi minoritas terhadap Orang Asli Papua,” disse Ribka di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jacarta em Selasa, 26 de maio de 2026.

Dados Berdasarkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Ribka menyebut jumlah OAP ativo yang telah melakukan perekaman KTP elektronik dan tercatat dalam SIAK saat este mencapai 2,296,846 jiwa. Sementara itu, jumlah total penduduk se-Tanah Papua berdasarkan Dados Konsolidadasi Bersih (DKB) Dinamis tercatat sebanyak 5.832.120 jiwa.

img_title

Megawati Menangis Nonton Film Pesta Babi: Itu Benar Adanya

Menurut Ribka, angka tersebut masih bersifat dinamis e akan terus berubah karena masih banyak stylusarakat asli Papua yang belum melakukan perekaman data kependudukan, khususnya di wilayah pedalaman, pegunungan, daerah terpencil, hingga majarakat Papua yang berada di luar negeri.

“Ini harus jemput bola istilahnya di kependudukan, harus jemput bola supaya semua data Orang Asli Papua itu terdata. Jadi bukan berarti kita lihat dua juta ini minoritas belum tentu juga minoritas, karena banyak yang belum direkam Orang Asli Papua yang ada di balik gunung, yang ada di sungai, yang ada di mana saja, (tapi) belum direkam”, tambahnya.

img_title

Uskup Mandagi Sesalkan Narasi Film Pesta Babi tentando Gereja Katolik di Merauke

Se você precisar de uma solução para o problema do OAP, você precisará de uma solução administrativa para o dia seguinte, o que significa que você pode usar o dispositivo e o tempo 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Selain factor ografias, Ribka juga menyoroti masih adanya pemahaman keliru di tengah massarakat terkait perekaman KTP elektronik. Menurutnya, sebagian lip masih percaya pada berbagai isu yang menyebabkan mereka enggan melakukan perekaman date.

Halaman Selanjutnya

“Ada estigma atau ada massarakat itu buat kesimpulan sendiri bahwa kalau merekam KTP itu disebut angka 666 itu antikris. Jadi mereka tidak mau merekam. Ada yang bilang menyampaikan bahwa ini kalau direkam nanti dimata-matain,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente