Início Notícias Heboh! Peneliti Indonésia Diduga Palsukan Riset di Forum Ilmiah Dunia, Berikut Kronologinya

Heboh! Peneliti Indonésia Diduga Palsukan Riset di Forum Ilmiah Dunia, Berikut Kronologinya

49
0
Heboh! Peneliti Indonésia Diduga Palsukan Riset di Forum Ilmiah Dunia, Berikut Kronologinya

Kamis, 28 de maio de 2026 – 13h02 WIB

VIVA –Dunia akademisi Indonésia tengah dihebohkan com escândalo dugaan pemalsuan dan fabrikasi riset oleh sejumlah peserta asal Indonésia di Konferensi Pneumonia Internacional e Doença Pneumocócica (ISPPD) 2026 na Dinamarca. Tiga peneliti Indonésia diduga melakukan tindakan tersebut demi mendapatkan dana hibah dari ajang yang mereka ikuti.

img_title

Bukan AI, Riset Tempe Ini Justru Jadi Sorotan Dunia

Kabar ini pertama kali diunggah di akun Instagram Ida Bagus Mandhara Brasika baru-baru ini.

“Merusak nama Indonésia di mata dunia. Escândalo pemalsuan di konferensi Internasional. Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir di depan ribuan ilmuan dunia. Hal ini terungkap di sebuah konferensi ilmiah ISPPD 2026, sebuah konferensi ilmiah bergengsi untuk ahli pneumonia di seluruh dunia yang tahun ini diadakan di Kopenhagen, Dinamarca,” demikian bunyi unggahan tersebut dikutip Kamis 28 de maio de 2026.

img_title

Purbaya Alokasikan Rp 200 Juta para Dana Riset Produksi Ikan di Danau Toba, Ini Tujuannya

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa seorang wanita yang diduga sebagai pelaku melakukan pemalsuan identitas. Modusnya, ia berganti-ganti nama saat presentasi hanya com mengganti hijab e nametag yang dikenakannya.

Tak hanya identitasnya, riset yang dibuat peserta tersebut juga diduga dipalsukan. Disebutkan bahwa penelitian itu dibuat menggunakan AI dan/atau fabrikasi data sehingga tampak meyakinkan, padahal riset tersebut diduga tidak pernah benar-benar ada. Dados, gambar, hingga isi tulisannya trocadilho disebut merupakan hasil rekayasa AI.

img_title

Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah e REE de Bangka

“Saya mendapat confort ke orangnya langsung (prihatin), minta dijelasin figure-figurenya, jelasin poster-posternya dan dia tidak bisa menjelaskan sama sekali. Katanya seluruh abstrak mereka di’generate’ (kata yang dia pakai) oleh líder mereka atas nama Rifadly Fajar. Hal ini terlihat jelas di poster-poster riset mereka. Dua riset berbeda com conclusão yang sama persis,” demikian unggahan tersebut disertai potongan gambar poster e conclusão dari penelitian tersebut.

Ada alguns hal yang juga disorot oleh pemilik akun tersebut terkait terngan riset yang diduga dipalsukan oleh peneliti dalam konferensi ISPPD tersebut. Pertama terkait com lokasi yang tidak masuk akal yakni di Peruvian Andes, dataran tinggi Ethopia, dataran tinggi Guatemala, Líbano, Jordânia, Bangladesh, Sudão Selatan, Filipina, Quênia, Nepal, Malawi, e Índia Utara. Disebutkannya, peneliti tersebut tidak melakukan kolaborasi comngan peneliti setempat.

Halaman Selanjutnya

“Tapi perisetnya toda Indonésia, tanpa kolaborator setepat, tanpa keterangan persetujuan etik,” lanjut keterangan unggahan pemilik akun tersebut.

Halaman Selanjutnya

Fuente