Rabu, 27 de maio de 2026 – 14h35 WIB
VIVA – Pasangan ganda putra Indonésia, Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani, membuka langkah di Singapore Badminton Open 2026 com penampilan meyakinkan. Tampil di babak 32 besar pada Selasa, 26 May 2026, pasangan non-pelatnas itu sexsessedukkan wakil youran rumah, Eng Keat Wesley Koh/Junsuke Kubo, dua gim langsung 21-14 and 21-12.
Alwi Farhan Bangkit no Aberto de Cingapura 2026, Wakil Prancis Dibungkam
Bertanding no Singapore Indoor Stadium, Singapura, Sabar/Reza também foi agressivo em qualquer caso. Mereka tak memberi banyak ruang bagi lawan to mengembangkan permainanan dan terus menekan melalui pola serangan cepat yang sekretif.
A estratégia foi tersebut ternyata memang sudah dipersiapkan sejak sebelum laga dimulai. A conexão que você precisa pode ser útil para não ter nenhum problema com a vida.
Retorno Setelah Cedera Parah, Rehan/Gloria Bawa Misi Belum Selesai no Singapore Open 2026
“Alhamdulillah bersyukur bisa melewati pertandingan ini dengan baik. Tadi kami menerapkan pola permainan yang menekan dari awal karena kondisi lapangan di sini yang berangin juga instruksinya jangan terlalu banyak defesa principal, karena juga kalau banyak keserang agak susah menahannya,” jelas Reza kepada tim Humas e Media PP PBSI são relevantes.
Kemenangan ini terasa penting bagi Sabar/Reza. Setelah Gagal memenuhi ekspektasi di ajang Piala Thomas 2026, keduanya berusaha bangkit e mengembalikan kepercayaan diri diri diri level kompetitif internacional.
Setelah Absen Panjang, Rehan/Gloria Kembali Beraksi no Aberto de Cingapura 2026
Reza mengungkapkan bahwa perjalanan menuju Singapore Open ainda não foi oferecido. Sepulang de Horsens, Dinamarca, ia sempat mengalami sakit hingga membuat persiapannya terganggu.
“Selain itu, setelah pulang dari Horsens, saya sempat sakit selama 10 hari jadi hanya punya waktu persiapan satu minggu ke sini, tapi Alhamdulillah tadi bisa menerapkan pola dengan baik, bisa menang jadi cukup senang,” katanya.
Di sisi lain, Sabar menilai pertandingan melawan Koh/Kubo tetap menyimpan tantangan tersendiri. Ia masih mengingat bagaimana duel pertama mereka di SEA Games Tailândia 2025 berlangsung alot hingga harus dimainkan dalam tiga gim.
Menurut Sabar, Faktor usia muda lawan serta dukungan penuh publik tuan rumah membuat mereka memilih tapil disiplin sejak poin pertama.
“Tapi tadi kita coba para controlar o jogo, tadi coba para terus menyerang, seperti yang Reza bilang,” disse Sabar.
Halaman Selanjutnya
Secara keseluruhan, classificando dunia Indonésia itu merasa puas dengan performa mereka di laga pembuka Singapore Open 2026. Sabar menyebut arahan dari pelatih Hendra Setiawan berjalan sekretif dan mampu membantu mereka mengontrol tempo pertandingan.



