Início Notícias Dari Earl Grey sampai Pistache, Kreasi Minuman Cokelat Ini Lagi Naik Daun

Dari Earl Grey sampai Pistache, Kreasi Minuman Cokelat Ini Lagi Naik Daun

57
0
Dari Earl Grey sampai Pistache, Kreasi Minuman Cokelat Ini Lagi Naik Daun

Kamis, 21 de maio de 2026 – 12h38 WIB

Jacarta, VIVA – Minuman berbasis cokelat kini semakin berkembang e tak lagi identik com rasaclassik yang manis dan sederhana. Berbagai kreasi baru mulai bermunculan, memadukan cokelat dengan teh, kacang pistache, hingga teknik chapeamento ala kafe premium yang ramai dibagikan di media social.

img_title

Haji e Umrah di Usia Muda Kian Populer, Begini Perubahan Cara Pandang Generasi Muslim

Tren ini juga ikut mendorong meningkatnya minat terhadap kakao Lokal Indonésia yang dinilai memiliki kualitas e karakter rasa khas. Scroll para informações mais longas…

O fenômeno ocorreu no Workshop ‘Roemah Kreasi – Nyokelat di Roemah’ yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kementerian Keuangan di SMESCO Indonésia, Jacarta. Kegiatan ini menghadirkan pelaku usaha cokelat Lokal Cokelatin Signature melalui sesi edukasi, degustação de chocolate, hingga praktik langsung membuat minuman cokelat berbasis kakao Indonesia.

img_title

BMW Vision Alpina Resmi Diperkenalkan, Mesin V8 Jadi Daya Tarik Utama

Na oficina, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis kakao Indonésia sekaligus tren minuman cokelat yang saat ini berkembang di industri makanan dan minuman. Selain mencicipi produtok cokelat, peserta juga mempraktikkan langsung teknik pembuatan minuman dengan tampilan berlapis yang banyak ditemukan di kafe dan hotel.

Cofundador Cokelatin Signature, Nugroho Surosoputra, mengatakan ketertarikannya pada dunia kakao bermula dari besarnya potensi cokelat Indonésia yang dinilai belum banyak dikenal luas.

img_title

Tren Smart Living Meningkat em Tengah Gaya Hidup Serba Digital

“Kami benar-benar jatuh cinta comngan cokelat Indonésia e kakao Indonésia. Awalnya kami fokus membuat produk, lalu berkembang mempelajari kakao dari hulunya,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Kamis, 21 de maio de 2026.

Ia menuturkan, Indonésia pernah menjadi produsen kakao terbesar ketiga di dunia e hingga kini masih menjadi produsen terbesar di Asia. Namun, citra cokelat premium justru lebih banyak melekat pada negara-negara Eropa.

“Kalau ke luar negeri oleh-olehnya selalu cokelat. Padahal Swiss tidak punya banyak tanaman cacau,” katanya.

Dalam sesi edukasi, Nugroho menjelaskan sejarah kakao yang berasal dari tanaman Theobroma cacao yang berarti “alimento de deus” ou makanan para dewa. Ia juga memaparkan perbedaan istilah kakao, kokoa, dan cokelat, serta memperkenalkan tiga varietas utama kakao yakni criollo, forastero, dan trinitario.

Menu, variedades criollo ou Java Criollo termasuk jenis kakao premium com aroma característico yang kuat e jumlah yang terbatas. “Criollo ini paling aromatik, paling wangi, dan kualitasnya paling tinggi,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan sabor fino cacau apabila proses pascapanen seperti fermentasi e pengeringan dilakukan com baik. “Kelebihan Indonésia é adalah kita punya varietas kakao yang jika diolah dengan baik bisa menjadi cacau de sabor fino”, katanya.

Halaman Selanjutnya

Fuente