Início Notícias Protes Penilaian Juri Viral, Peserta LCC Empat Pilar MPR RI Diduga Alami...

Protes Penilaian Juri Viral, Peserta LCC Empat Pilar MPR RI Diduga Alami Teror Via WA

16
0
Protes Penilaian Juri Viral, Peserta LCC Empat Pilar MPR RI Diduga Alami Teror Via WA

Rabu, 13 de maio de 2026 – 10h15 WIB

Jacarta, VIVA – Ajang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 yang seharusnya menjadi ruang kometisi intelectual pelajar, kini justru menjadi sorotan publik akibat dugaan ketidakadilan penilaian dan intimidasi terhadap salah satu peserta. Peristiwa tersebut viral di media social setelah keluarga peserta mengungkap adanya tekanan psikologis yang dialami sang siswa usei mengkritik keputusan juri.

img_title

Juri Cerdas Cermat MPR Indri Wahyuni ​​​​Ternyata Punya Kekayaan Rp3,98 Miliar

Kasus ini mencuat setelah video protes terkait penilaian lomba beredar luas di berbagai platform media social. Role lebih lanjut yuk!

No vídeo, terlihat adanya perbedaan perlakuan penilaian terhadap jawaban peserta yang dianggap identik. Salah satu peserta de Kalimantan Barat disebut memperoleh pengurangan poin, sementara tim lain yang memberikan jawaban serupa justru mendapatkan nilai penuh.

img_title

Kronologi Lengkap Cerdas Cermat Empat Pilar MPR 2026 de Kalbar: de Kesalahan Juri hingga Jadi Sorotan!

Kabar itu pertama kali diungkap oleh kakak peserta melalui unggahan media social sosial pada Selasa, 12 de maio de 2026. Ia menyebut adiknya kini mengalami tekanan mental cukup berat hingga kehilangan nafsu makan akibat situasi yang berkembang.

“Adikku peserta LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat. Dia jawab BENAR, dapat -5. Tim lain jawab hal yang SAMA PERSIS, dapat +10. @zvanniisygg em Threads, dikutip do Instagram @rumpi_gosip, dia 13 de maio de 2026.

img_title

Daftar Lengkap Juri e MC Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 de Kalbar yang Jadi Sorotan Internauta

Menurut penuturannya, cantou adik telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan demi mengikuti kompetisi seedal tersebut. Ia merasa kecewa karena penilaian yang diberikan dianggap tidak sesuai com substansi jawaban peserta.

“Adikku telah berbulan-bulan hafal konstitusi sampai tidur pun komat-kamit. Di depan camera live YouTube MPR RI, dia jawab. Lalu, soal dilempar ke tim lain. Jawaban sama, juri bilang ‘Ini sudah benar. Nilai 10’. Aku replay sampai mataku panas. Tidak ada bedanya,” lanjut não é conciso.

Perdebatan bermula ketika peserta diminta menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Saat itu, jawaban dari peserta asal Kalimantan Barat dinilai kurang tepat hingga poin tim dikurangi. Namun alguns saat kemudian, tim lain memberikan jawaban yang dinilai serupa e justru memperoleh tambahan poin penuh dari dewan juri.

Halaman Selanjutnya

Ketika keberatan diajukan, juri disebut memberikan alasan bahwa pengurangan nilai bukan berasal of isi jawaban, melainkan karena artikulasi peserta yang dianggap kurang jelas saat menyampaikan jawaban di depan forum.

Halaman Selanjutnya

Fuente