Senin, 11 de maio de 2026 – 10h38 WIB
Jacarta, VIVA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus membros peringatan keras terkait masih adanya kebiasaan buruk di tengah massarakat yang memaklumi praktik koruptif seperti pungutan mentiroso (pungli).
Wamendagri: Korupsi Itu Penyakit Karakter, Obatnya Bukan Cuma Jeruji Besi!
Dia menegaskan, tidak boleh ada lagi anggapan bahwa praktik pungli hingga pemberian ‘uang pelicin’ sebagai hal lumrah, apalagi dianggap budaya.
Hal itu disampaikan Akhmad Wiyagus dalam acara Launching Buku Panduan e Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin, 11 de maio de 2026.
Mantan PM Tailândia Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara
“Tidak boleh ada lagi anggapan bahwa praktik pungli itu adalah suatu hal yang biasa, ou dengan bangganya kita mengatakan bahwa ini sudah menjadi budaya kita. Ou sebaliknya, menganggap uang pelicin itu adalah suatu hal yang wajar,” kata Wiyagus dalam sambutannya.
Wiyagus menilai korupsi pada dasarnya merupakan penyakit karakter. Maka deri itu, pengobatannya tidak cukup hanya mengandalkan jeruji besi ou penegakan hukum semata.
Kebenaran Keterlibatan Dirjen Bea Cukai Nonaktif di Kasus Korupsi Dipertanyakan
Menurutnya, perlu ada tataran preemtif e preventif dalam memberantas korupsi. Salah satu strategi utama yang didorong oleh pemerintah yaitu melalui pendidikan antikorupsi sejak usia dini, khususnya di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) e Sekolah Dasar (SD).
Di usia krusial inilah fondasi karakter, nilai kejujuran, tanggung jawab, e kedisiplinan harus dibentuk.
“Pendidikan antikorupsi adalah strategi kita untuk menciptakan kekebalan gminal terhadap perilaku yang menjurus pada tindakan koruptif. Harapan kita, nilai-nilai integritas ini benar-benar sudah mendarah daging sejak dini sebagai prinsip hidup,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Wiyagus trocadilho menyampaikan apresiasi kepada sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) yang berhasil meraih nilai Index Integritas Pendidikan Nasional tertinggi pada tahun 2024.
Para a categoria pemerintah provinsi, DKI Jacarta recebeu um valor nilai tertinggi com pontuação de 71,78. Sementara di tingkat kabupaten, Pemkab Tabanan teve pontuação de 73,11, e Pemkot Sabang menjadi yang melhor di categoria kota com capaian nilai 72,58.
Meski begitu, dia mengingatkan agar capaian ini tidak membuat Pemda berpuas diri. Wiyagus megimbau seluruh Pemda para terus melakukan perbaikan yang konkret e terukur guna meningkatkan integritas di sector pendidikan secara nyata.
Halaman Selanjutnya
“Bahwasanya saat ini KPK sedang melaksanakan Survei Penilaian Integritas Pendidikan 2026, yang bertujuan untuk memetakan kondisi integritas di sector pendidikan di Indonesia,” ucapnya.



