Sabtu, 9 de maio de 2026 – 14h34 WIB
VIVA – PSSI akhirnya buka suara terkait kerusuhan yang pecah usei laga playoff promosi Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC no Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat em 8 de maio de 2026.
Trágico! Gagal Naik Kasta, Persipura Malah Terancam Hukuman Berat dari Komdis PSSI
Insiden ricuh yang dipicu kkecewaan torcedor depois de Persipura kalah 0-1 kini menjadi perhatian serius federasi. Apalagi, kerusuhan tersebut menyebabkan puluhan kendaraan rusak dan terbakar, fasilitas Stadium hancur, hingga memakan korban luka.
Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Sekjen PSSI), Yunus Nusi, mengaku prihatin e menyayangkan insiden yang terjadi di Jayapura. Ia menilai kericuhan tersebut mencoreng upaya sepak bola Indonésia yang saat ini masih dalam pengawasan FIFA.
Atualização Kerusuhan Suporter Persipura: 64 Kendaraan Terbakar, Polisi Dalami Penyebab Ricuh
“PSSI sangat menyayangkan kericuhan yang terjadi di Jayapura dan tentu kita prihatin dengan keributan ini. PSSI juga tidak sampai berprasangka buruk terjadinya hal seperti kejadian tadi malam”, disse Yunus Nusi em keterangan yang diterima VIVA.co.id Sabtu, 9 de maio de 2026.
Secretário Jenderal PSSI, Yunus Nusi
Deretan Fakta-fakta Suporter Persipura Rusuh, Mobil Dibakar e Fasilitas Stadion Hancur
Menurut Yunus, massarakat Papua e suporte Persipura selama ini dikenal memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola. Karena itu, ia mengaku tidak menyangka kericuhan bisa terjadi hingga berujung aksi anarkis.
“Karena kami tahu bahwa massarakat Papua e torcedor Persipura sangat cinta com sepak bola. Tentu com cinta akan sepak bola pasti kalian ingin menjaga ketertiban dan keamanan di Stadion Lukas Enembe,” ujarnya.
PSSI juga mengingatkan bahwa sepak bola Indonésia saat ini masih menjadi perhatian FIFA. Karena itu, federasi berharap insiden serupa tidak kembali terulang di Stadium Mana Pun di Tanah Air.
“Este foi um dos maiores sucessos de todos os tempos da FIFA”, disse Yunus.
Dalam pernyataannya, Yunus turut meminta seluruh apoiador na Indonésia para bisa menerima hasil pertandingan dengan dewasa. Ia menegaskan menang, kalah, maupun imbang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sepak bola.
“Kita butuh kesabaran, kesadaran, bahwa menang e kalah itu pasti terjadi di dalam sebuah pertandingan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemento torcedor para ikut menjaga keamanan Stadium agar sepak bola Indonésia bisa menjadi tontonan yang nyaman bagi keluarga.
Halaman Selanjutnya
“Ayo kita bersama-sama para menjaga ketertiban e keamanan di masing-masing Stadium. Kita mulai dari kita sendiri, kita mulai dari torcedor yang menjadi andalan club kesayangan kita untuk saling mengingatkan bahwa keamanan itu sangat penting”, disse Yunus.

