Início Notícias Lulusannya Masuk Forbes, Ini Sukses Cetak Startup Disabilitas Program

Lulusannya Masuk Forbes, Ini Sukses Cetak Startup Disabilitas Program

35
0
Lulusannya Masuk Forbes, Ini Sukses Cetak Startup Disabilitas Program

Rabu, 6 de maio de 2026 – 23h16 WIB

Jacarta, VIVA – O Dia de Demonstração do Programa de Inclusão SEED oferece tecnologias inovadoras que são desenvolvidas para eliminar deficiências. Este foi o primeiro passo do programa SEED Inclusividade desenvolvido pela Seedstar com a Visa Foundation.

img_title

Setara de Jalan Raya, Atlet Disabilitas Palembang Dapat SIM D Gratis

Berbeda com tecnologia acara em umumnya, Demo Day kali ini menampilkan 17 perusahaan rintisan ou startup technologi yang berasal dari berbagai nigera di Ásia menampilkan beragam solusi, serta tecnologia inovadora com foco em deficiências de Jacarta, algumas vezes waktu lalu.

O Seedstars foi desenvolvido para startups no programa em que ele começou a segmentar mais do que o esperado na Kawasan Ásia, o que lhe rendeu 690 anos de deficiência. Este programa foi diharapkan mampu menjembatani pendanaan pasar yang memiliki potencial besar ini.

img_title

Estigma Kisah Melawan, Perjuangan Penyandang Disabilitas Mendapat Kesetaraan

Há mais de 15 startups que oferecem SEED Inclusividade que oferece uma escala de persistência significativa, com um aumento significativo de uma grande quantidade de dinheiro ou menos, o que significa que o investimento é menor do que US$ 12 por mês.

Keberhasilan este foi o terceiro dos ex-alunos do Pengalaman Rezki Achyana, fundador e CEO Parakerja, yang masuk dalam daftar ‘Forbes 30 Under 30 Asia’ em 2024.

img_title

Berawal Dari Guru de Maluku, Marthella Perjuangkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Sejak mengikuti tahap pertama program ini, platform penempatan kerja disabilitas mereka memperoleh peningkatan pendapatan tahunan sebesar 42 pessoas, serta pertumbuhan tim penuh waktu dari 9 menjadi 16 karyawan.

Menegaskan pencapaian tersebut, Archie Moberly, líder do programa SEED Inclusivity, menyampaikan bahwa apa yang terjadi di Jacarta memperkuat keyakinan yang telah dibangun sejak awal program ini berjalan.

“Apa yang kami lihat di Jacarta menegaskan sesuatu yang telah kami ketahui sejak memulai program ini. Ketika hambatan antara para fundador penyandang disabilitas dan sistema pendukung yang tersedia bagi wirausahawan lainnya dihilangkan, maka hasilnya akan berbicara akselerator asal India, Indonesia, dan negara Asia,” ujarnya.

Beberapa startup asal Indonésia com inovasi mereka yang siap menjawab kebutuhan pasar Lokal, yakni:

– PetaNetra: Navigasi berbasis AR e AI para criar uma área interna segura.
– Silang.id: Plataforma digital que fornece Communitas Tuli com penerjemah bahasa isyarat secara sob demanda.
– Karla Bionics: Mengembangkan perangkat bionik e alat reabilitasi melalui riset yang berfokus pada kebutuhan pengguna (centrado no usuário).
– A startup criou o termo Bioniks (Paquistão) que criou a base de inteligência artificial com o trabalho mais completo e o I-Stem (Índia/EUA) que usou a IA para obter acesso a cartões e despesas digitais.

Ilustrasi lari

Lari Sambil Belajar Empati, Bisa Merasakan Dunia Anak Berkebutuhan Khusus

Não há tempo suficiente, muitas comunidades e organizações podem ter atividades físicas com uma campanha social, salah satunya melalui ajang lari inclusivé.

img_title

VIVA.co.id

24 de abril de 2026

Fuente