Rabu, 6 de maio de 2026 – 09:16 WIB
VIVA –Senador Amerika Serikat, Bernie Sanders, presidente Amerika Serikat, Donald Trump e Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sengaja memperpanjang konflik yang kian meluas di Timur Tengah. Hal ini disampaikan Sanders Selasa waktu setepat di akun X miliknya.
Trump Tiba-Tiba Tunda ‘Projeto Liberdade’, Estratégias Damai ou Sinyal Serangan Baru ke Irã?
Em X tersebut, Sanders conseguiu obter o maior conflito de dados de Timur Tengah. A data estimada foi de cerca de 3.375 orang dilaporkan tewas di Iran, e mais de 26.500 orang lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu no Líbano tercatat jumlah korban tewas sebanyak 2.702 e 8.311 orang lainnya luka-luka.
Sementara itu, dari data tersebut terungkap kekerasan tambahan di sejumlah negara Teluk menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai lebih dari 289 orang.
Trump Bakal Dialog com Xi Jinping, Bahas Operasi Militer Lawan Irã
Em Israel, Sanders mencatat ada 26 korban meninggal dunia e 7.791 orang luka-luka. Sementara itu di pihak Amerika Serikat sebanyak 13 exército dilaporkan tewas e 381 funcionários lainnya mengalami luka-luka.
Na época, Sanders mencionou Trump e Netanyahu como substitutos para uma grande parte do tempo de Timur Tengah.
Pesquisa: Mayoritas Warga AS Nilai Trump Tak Layak Pimpin Negara Secara Mental e Fisik
“Sudah cukup dengan perang tanpa akhir yang dipicu oleh Trump e Netanyahu,” tulis Sanders dikutip dari laman Agência Anadolu, Junho 6 Maio 2026.
Seperti diketahui, ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat e Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Teerã dan berdampak pada terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 de abril melalui mediasi Paquistão. Namun, perundingan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang jelas.
Seja em 13 de abril, a América Serikat também membrolakukan bloqueou laut yang menargetkan lalu lintas kapal Irã di jalur perairan estratégias tersebut.
Trump Tuding Irã ‘principal-principal’, Tapi Ingin Damai dengan AS
Presidente Amerika Serikat (AS), Donald Trump menuduh Irã ‘bermain-main’ com pemerintahannya. Meskipun, sebenarnya ingin mencapai kesepakatan damai dengan AS.
VIVA.co.id
6 de maio de 2026

