Selasa, 5 de maio de 2026 – 23h24 WIB
Jacarta, VIVA – Tren kenaikan harga BBM não-subsidi yang dinilai mulai memberikan tekanan nyata terhadap industri jadi sorotan. Khususnya ke setorproduktif dan berpotensi memicu dampak lanjutan terhadap per seedal econômico.
Perkuat Fondasi Keberlanjutan Usaha, Sampoerna e Philip Morris Terus Pacu Pengembangan Talenta
Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, meniilai kenaikan harga energi tersebut tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga berisiko menjalar ke berbagai lini atividades econômicas.
“Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan DPR RI, kami mencermati kenaikan harga BBM não-subsidi yang menunjukkan tren signifikan dan mulai memberikan tekanan langsung terhadap biaya energi di berbagai sector elektrof,” disse Shanty dikutip dari keterangannya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,61%, Purbaya: Kita Lepas de Kutukan 5 Persen
Dia mengungkapkan, dampak tersebut saat ini telah dirasakan secara langsung oleh massarakat, khususnya di sector perikanan. Salah satu contoh nyata terjadi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tegalsari, di mana sejumlah nelayan terpaksa menghentikan atividades melaut akibat tingginya biaya operacional.
“Condisi este sudah terlihat nyata di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tegalsari, Kota Tegal, di mana nelayan terpaksa menghentikan atividades melaut karena terkendala harga Solar Non Subsidi yang mencapai sekitar Rp30.000 por litro, sehingga biaya operacional tidak lagi ekonomis dan atividades ekonomi pesisir terganggu,” jelasnya.
Prabowo Putuskan Mekanisme Pengangkatan Kapolri Tak Berubah, Tetap Lewat Persetujuan DPR
Shanty menegaskan bahwa kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian seedal, terutama melalui jalur distribusi dan harga komoditas.
“Kami menekankan perlunya kewaspadaan terhadap potensi efeito multiplicador terhadap ekonomi seedal, mengingat tekanan biaya energi dapat menjalar ke rantai pasok, mendorong kenaikan harga komoditas, serta berdampak pada inflasi dan daya beli massarakat,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong adanya langkah antisipatif dari pemerintah dan angku kepentingan terkait to menjaga stabilitas harga serta memastikan keberlangsungan aktivitas sectorproduktif.
Shanty também pode ser usado para adaptar e responder com dinamismo e energia global, e agar dapaknya terhadap massarakat e pelaku usar dapat diminimalisir.
Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I Tertinggi di Antara Negara G20
Airlangga memastikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen di kuartal I-2026, merupakan yang tertinggi di antara sejumlah negara G20 yang telah merilis data serupa.
VIVA.co.id
5 de maio de 2026

