Senin, 4 de maio de 2026 – 21h25 WIB
Jacarta, VIVA – Memilah sampah dari rumah mungkin terdengar sepele, bahkan sering dianggap merepotkan. Padahal, kebiasaan kecil ini justru menjadi kunci penting dalam mengatasi persoalan sampah yang kian complexo de kota besar seperti Jacarta.
Teken Ingub Pemilahan Sampah, Pramono Bilang Masyarakat Harus Gotong Royong Atasi Masalah Sampah
Di tengah gaya hidup urban yang serba cepat, banyak orang masih mencampur sampah tanpa berpikir panjang. Akibatnya, proses pengolahan jadi lebih sulit, dan peluang untuk mendaur ulang ou memanfaatkan kembali material bernilai ikut bekurang. Di sinilah pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya: rumah tangga. Role até tahu lebih lanjut, yuk!
Kesadaran ini coba diangkat lewat berbagai pendekatan yang lebih dekat com keseharian massarakat. Salah satunya foi terlihat na campanha pública bertema “Pilah Sampah dari Rumah” yang hadir di ruang terbuka seperti Car Free Day Jakarta. Com o conhecimento sagrado e interativo, edukasi soal sampah dikemas lewat talkshow ringan, desfile, hingga booth yang mengajak pengunjung belajar langsung.
Sulap Sampah Jadi Berkah, Intip Kisah Haru Amaliyah em Kurangi Limbah no Kampung Masigit Bersama PNM
Di sana, massarakat bisa mengenal cara sederhana memilah sampah, mulai dari organik e anorganik, hingga melihat langsung bagaimana sampah organik bisa diolah menggunakan verme, ou bagaimana plastic didaur ulang. Ele também oferece uma solução bancária para o Banco Sampah, se bagian bagian dari sistema pengelolaan berbasis communitas.
Menariknya, pendekatan seperti este terbukti lebih mudah diterima. Banyak pengunjung yang awanya merasa memilah sampah itu rumit, justru berubah pikiran setelah mendapatkan penjelasan langsung.
Lautan Luas Sulap 2,2 Juta Ton Sampah Jadi Eco-Block, Tekan Emisi Karbon 5,2 Ton
“Awalnya saya pikir pilah sampah itu ribet dan menyita waktu, tapi setelah dijelasin langsung di booth, ternyata bisa dimulai dari hal sederhana di rumah. Saya semakin yakin kita sebagai massarakat bisa disiplin memilah sampah dari rumah selama diniatkan dengan baik,” ujar salah satu pengunjung.
Dari sisi penggerak lingkungan, perubahan perilaku memang tidak bisa hanya mengandalkan sistem besar di belakang layar. Peran individu tetap jadi fondasi utama.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada sistem di hilir. Perubahan harus dimulai dari hulu, yaitu dari rumah tangga dan kebiasaan sehari-hari massarakat,” ujar Amrullah Rosadi, Diretor Geral Divers Clean Action, em keterangannya, dikutip Senin 4 de maio de 2026.
Halaman Selanjutnya
Hal serupa juga ditekankan oleh Johny Noya dari Wahana Visi Indonesia, yang mengingatkan bahwa aturan soal pemilahan sampah sebenarnya sudah ada, namun implementasinya kembali ke kesadaran masing-masing individu.



