Senin, 4 de maio de 2026 – 09:56 WIB
Jacarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dólar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdegangan hari ini.
Solar di SPBU Tembus di Atas Rp 30.000 por litro
Data Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate ou Jisdor BI, taxa rupia terhadap dólar Amerika Serikat berada di level Rp 17.378 pada Kamis, 30 de abril de 2026. Posisi rupiah itu melemah 54 poin dari kur sebelumnya di level Rp 17.324 pada perdagangan Rabu, April 29 2026.
A taxa de câmbio foi negociada em Senin, 4 de maio de 2026, 09,03 WIB rupias transacionadas em Rp 17,334 por dólar AS. A posição é inferior a 3 pontos ou 0,02 pessoas da posição superior no nível Rp 17,337 por dólar AS.
IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Rebote Meski Dibayangi Koreksi di Batas 7.150
Obter uma rupia com valor nominal
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga minyak mentah dunia terus mengalami kenaikan (petróleo bruto Brent US$122 por barril e petróleo bruto WTIi US_108 perbarel).
Harga Emas Hari Ini Sabtu 2 de maio de 2026: Produção Antam Melorot
Kenaikan ini membuat kebutuhan dólar AS para pembelian minyak mentah sebesar 1,5 juta barel por hari semakin tinggi. Tingginya harga minyak diproyeksikan dapat menambah tekanan neraca transaksi berjalan dan menggerus ketahanan fiskal. Beban subsidi akibat kenaikan harga minyak juga diestimasikan bakal menekan APBN 2026.
Sebab, dalam asumsi APBN harga minyak berada di US$70 per barel, sementara harga saat ini kembali bertengger di atas US$100 per barel bahkan menembus US$120 per barel. Sehingga setiap kenaikan minyak US$1 por barril berpotensi menambah beban subsidi and compensasi energi senilai Rp10 triliun hingga Rp13 triliun per tahun.
Selain itu, o MSCI úmido que me agradou, membuat mata uma rupia tertekan di tengah kombinasi sentimento global, macro tekanan, e dinamika doméstico. Keputusan tersebut membuka potensi keluarnya dana asing ou outflow hingga Rp 15 triliun.
Kemudian, Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi secara lengkap, yakni di pasar luar negeri melalui Non-Deliverable Forward (NDF), di pasar doméstico melalui pasar spot e Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar seker secara terukur, serta menjaga daya tarik instrumento rupia seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
BI juga perlu menjaga communikasi agar pasar yakin bahwa pelemahan rupiah tidak akan dibiarkan menjadi tidak teratur. Kenaikan suku bunga acuan sebaiknya menjadi pilihan terakhir, yaitu bila pelemahan rupiah makin cepat, inflasi import mulai melebar, arus modal keluar membesar, dan instrumen pasar tidak lagi cukup menahan tekanan.
Halaman Selanjutnya
“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.350-Rp 17.400,” ujarnya.



