Minggu, 3 de maio de 2026 – 21h32 WIB
Jacarta, VIVA – Indústria minyak e gás (migas) Indonésia saat ini dinilai tengah berada pada titik kritis. Ketergantungan yang tinggi terhadap import peralatan strategis, minimnya penguasaan teknologi, hingga masih lemahnya base indústria doméstica menjadi batu sandungan bagi Indonésia para bersaing di rantai pasok global.
SIG Belanja Suku Cadang Lokal Rp809 Miliar pada 2026, Naik 2,79 Persen
Selama ini, Indonésia dinilai masih terjebak dalam skema elektroksi sumber daya (extração de recursos) e belum sepenuhnya beralih pada penguatan kapabilitas industri (capacidade industrial).
Merespons dunesi tersebut, Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) bersama Komunitas Migas Indonesia (KMI) mendorong penuh transformasi industri penunjang migas seedal.
Kemendag Rilis Aturan baru soal Pembatasan Impor Pertanian, Intip Daftar Komoditasnya
Langkah nyata ini diwujudkan melalui kunjungan kerja (visita à fábrica) ke fasilitas produksi pipa Indonesia Seamless Tube (IST) milik PT Artas Energi Petrogas di Kawasan Industri Krakatau Steel, Cilegon.
Kunjungan este dipimpin langsung oleh Sekjen IAFMI, Gede Pramona, didampingi jajaran pengurus IAFMI, serta dihadiri oleh Presidente KMI, S Herry Putranto.
Anggota DPR Dorong Pemanfaatan CNG buat Kurangi Ketergantungan GLP Importação
Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah merumuskan strategi penguatan daya saing produk pipa Seamless dalam negeri yang kini telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 46%, agar benar-benar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Indonésia não é bisa terus menjadi pasar bagi industri global. Kita harus menjadi produsen, pemilik teknologi, dan pengendali rantai pasok. Jika tidak sekarang, kita akan terus tertinggal,” kata Chief Commercial Officer PT Artas Energi Petrogas Hendrik Kawilarang Luntungan dalam keterangannya, Minggu, 3 de maio de 2026.
Capacidades industriais sementeiras são dibuktikan oleh PT Artas Energi Petrogas. Como todos os produtos de tubo sem costura da Tanah Air, o produto é fornecido no projeto de contrato de contrato de contrato Kerja Sama (KKKS) com qualidade global API 5CT e API 5L.
Não há nenhuma substituição importante, perusahaan ini juga telah berhasil mengekspor produknya ke pasar Asia hingga Timur Tengah, serta menyumbang devisa negara mencapai Rp 15 triliun.
Melalui kolaborasi strategis ini, IAFMI e KMI menargetkan transformasi migas industriais yang mampu memberikan lima dampak signifikan, yakni: penurunan tajam angka import peralatan migas, efisiensi cost recovery, peningkatan TKDN yang berorientasi pada kualitas, lahirnya campeões nacionais do setor industrial migas, dan mengukuhkan Indonesia sebagai base industrial migas utama di kawasan Asia Tenggara.
Halaman Selanjutnya
Meski begitu, para pelaku industri sadar bahwa tantangan besar masih membentang. Beberapa di antaranya meliputi tingginya importa como crítica, tecnologia de ponta e pesquisa e desenvolvimento (P&D).



