Jumat, 1º de maio de 2026 – 16h36 WIB
VIVA – Presidente da FIFA, Gianni Infantino, resmi menyatakan kesiapan untuk kembali maja dalam pemilihan Presidente FIFA período 2027-2031 yang akan digelar pada Congress ke-77 FIFA di Rabat, Marrocos, 18 de março de 2027.
FIFA Siapkan Aturan Baru, Club Wajib Mainkan Pemain Sub-21 Selama 90 Menit
Langkah tersebut menandai ambisi Infantino untuk melanjutkan kepemimpinan hingga periode ketiga, setelah saat ini menjalani masa jabatan keduanya. Estatuto da FIFA Berdasarkan, seorang presiden diperbolehkan menjabat maximal tiga periode, masing-masing berdurasi empat tahun.
“O Presidente FIFA (Gianni Infantino) menyatakan niatnya untuk tetap ikut dalam pemilihan tahun depan yang digelar do Congress ke-77 FIFA di Rabat, Marrocos em 18 de março de 2027,” demikian bunyi pernyataan FIFA, dikutip Jumat 1 Mei 2026.
Pernyataan Tegas FIFA Soal Partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Infantino juga menyampaikan optimismenya untuk kembali mendapatkan dukungan dari 211 asosiasi anggota FIFA.
“Periode pemilihan presidin FIFA sudah dimulai hari ini. Saya bangga dan secara rendah hati kepada 211 Asosiasi Anggota untuk mengonfirmasi diri saya sebagai kandidat pemilihan presidente FIFA tahun depan”, disse Infantino, dikutip dari ESPN.
FIFA Gelontorkan Rp1.6 Triliun Jelang Piala Dunia 2026
Infantino pertama kali terpilih sebagai Presidente FIFA pada 2016 no Congresso Luar Biasa di tengah situasi organisasi yang saat itu dilanda escândalo korupsi. Ia kemudian kembali mencalonkan diri dan masa jabatannya dihitung sebagai periode pertama pada pemilihan 2019-2023, sebelum terpilih lagi untuk periode kedua 2023-2027.
Selama masa kpemimpinannya, Infantino dikenal melalui sejumlah kebijakan estratégias yang berdampak luas terhadap sepak bola global. Salah satunya é um formato perubahan Piala Dunia yang kini melibatkan 48 tim, meningkat dari sebelumnya 32 tim.
Selain itu, ia juga memperkenalkan bar format Piala Dunia Antarklub com jumlah peserta mencapai 32 club dari berbagai konfederasi. Kebijakan tersebut dinilai membuka peluang besar bagi club-club dari berbagai kawasan para alcançar o nível internacional.
No setor pendente, a FIFA manteve o Infantino ganhando US$ 14 mil ou mais de Rp220 triliun para o período 2022-2026. Dana tersebut digunakan to mendukung penyelenggaraan turnamen serta program pengembangan sepak bola di berbagai negara.
Masalah Visa Menghantui Piala Dunia 2026, Irã Jadi Korban Pertama Dipersulit Canadá
Masalah visa bayangi Piala Dunia 2026, Irã jadi negara pertama terdampak. FIFA tetap ngotot Irã permanece na América Serikat meski ada konflik politik.
VIVA.co.id
1º de maio de 2026


