Kamis, 30 de abril de 2026 – 15h20 WIB
Jacarta, VIVA – A Itália resmi menerapkan kebijakan baru yang memungkinkan pekerja mengambil cuti untuk merawat hewan peliharaan yang sakit. Aturan ini menjadikan Italia sebagai negara pertama di dunia yang secara hukum mengakui bahwa merawat hewan domestik bisa menjadi alasan sah untuk absen dari pekerjaan.
Bos Danantara Pede Proyek Hilirisasi Bakal Serap 600 Ribu Tenaga Kerja
“Kebijakan tersebut memungkinkan karyawan mengajukan cuti hingga tiga hari dalam setahun, dengan syarat menyertakan surat keterangan dari dokter hewan yang menjelaskan kondisi hewan peliharaan mereka,” demikian dikutip dari laporan Colombia One, Kamis, 30 de abril de 2026.
Langkah este dianggap sebagai bagian dari perkembangan konsep “keluarga multispesies”, di mana hewan peliharaan diandang sebagai bagian penting dalam kehidupan rumah tanga.
Ou Doomjobbing? Fenômenos Baru yang Melilit Para Pencari Kerja di Era AI
Fenômeno este bukan tanpa alasan. Na Itália, mais de uma semana na casa de alguém diketahui memiliki setidaknya satu hewan peliharaan. Hal ini mendorong perubahan cara pandang massarakat terhadap peran hewan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai peliharaan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga.
Meski terlihat sebagai kebijakan baru, dasar hukum aturan ini sebenarnya sudah muncul sejak algunsapa tahun lalu. Chove 2017, sebuah kasus di La Sapienza University menjadi titik awal perubahan.
Kenapa Anak Muda Sekarang Lebih Pilih Jualan daripada Cari Kerja?
Seorang karyawan usa cuti para obter o máximo de anjingnya yang sakit e memenangkan gugatan di pengadilan. Putusan tersebut kemudian menjadi preseden penting dalam mendorong lahirnya regulasi yang lebih luas.
Setelah melalui berbagai perdebatan, pemerintah Italia akhirnya memasukkan cuti perawatan hewan ke dalam aturan ketenagakerjaan. Na implementação, o status cuti ini bisa bersifat berbayar ou tidak, tergintung pada perjanjian kerja bersama e kebijakan masing-masing perusahaan.
A flexibilidade é diberikan agar pekerja tidak harus antara mempertahankan pekerjaan ou merawat hewan peliharaan yang seang membutuhkan perhatian, terutama dalam kondisi sakit yang memerlukan perawatan intensivo di rumah.
Kebijakan ini langsung memicu beragam reaksi, baik di dalam negeri maupun internacional. Organisasi perlindungan hewan menyambut langkah tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap hubungan emosional antara manusia dan hewan.
Di sisi lain, kalangan bisnis mulai mempertimbangkan damaknya terhadap productivitas serta penyesuaian kebijakan perusahaan interno.
Di massarakat Italia sendiri, respons yang muncul juga beragam. Sebagian menilai aturan ini sebagai bentuk kemajuan social yang relevan dengan kondisi saat ini, namun, ada pula yang mempertanyakan batasan cuti kerja e dan potens tangangan dalam penerapannya di dunia profissional.
Halaman Selanjutnya
Langkah Italia ini dinilai dapat menjadi contoh bagi negara lain, terutama di Eropa dan Amerika Latin, dalam mengadaptasi kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif terhadap perubahan gaya hidup modern.



