Início Notícias AS Akhirnya Akui Kekuatan ‘Nuklir’ Baru Irã

AS Akhirnya Akui Kekuatan ‘Nuklir’ Baru Irã

16
0
AS Akhirnya Akui Kekuatan 'Nuklir' Baru Irã

Rabu, 29 de abril de 2026 – 09h09 WIB

Jacarta, VIVA – Amerika Serikat (AS) menuding Iran menggunakan Selat Hormuz sebagai ‘senjata nuklir ekonomi’. Por Karen Itu, Washington DC não pode fazer com que sua estratégia aérea seja concluída, mas com o plano de ação de Teerã ou a implementação do programa nuclear, que foi feito para militro.

img_title

Esta proposta Terbaru Irã yang Bikin Trump Uring-uringan, Ancam Lanjutkan Perang?

Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Sebagai informasi, Teerã foi mengajukan tawaran baru kepada Washington DC, yang mencakup rencana to membuka kembali Selat Hormuz e dan mengakhiri perang, sambil menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya.

“Jika yang mereka maksud dengan membuka Selat Hormuz, ya sudah, buka saja. situs Russia Today, Rabu, 29 de abril de 2026.

img_title

Momen Presidente Irã Turun Tangan Tolong Pasien Bedah Jantung

Rubio berpendapat bahwa kendali de fato Irã atas Selat Hormuz akan menciptakan preseden berbahaya. Ia mengibaratkan Selat Hormuz setara dengan senjata nuklir ekonomi to menguasai dunia.

“Este bukan Terusan Suez, bukan juga Terusan Panamá. Ini adalah perairan internacional. Dan jika itu dinormalisasi, bukan hanya akan menciptakan preseden di Timur Tengah tapi seluruh dunia”, disse Rubio.

img_title

Diklaim Sepupu Raja Inggris, Trump Ingin Tinggal de Istana Buckingham

Bukan itu saja. Ia juga menolak anggapan bahwa Iran memiliki tokoh moderat sejati di antara kepemimpinannya, dan secara meyakinkan mengatakan bahwa ‘mereka semua garis keras’.

“Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa suatu saat di masa depan jika rezim ulama radikal ini tetap berkuasa di Iran, mereka akan memutuskan bahwa mereka menginginkan senjata nuklir”, disse Rubio.

Sebagai informasi, Washington DC mengonfirmasi bahwa Presidente Donald Trump foi meninjau tawaran Irã. Beberapa orang yang diberi informasi tentang diskusi tersebut mengatakan kepada New York Times bahwa presidin tidak puas, dan seorang pejabat AS menyarankan bahwa menerima tawaran itu dapat tampak seperti menolak kemenangan Trump, mengingat penegasannya yang berulang kali bahwa program nuklir Iran harus dibongkar.

Teerã menyatakan bahwa mereka tidak berupaya memperoleh senjata nuklir dan menolak tuntutan AS para menyerahkan persediaan urânio yang diperkaya tinggi dan membubarkan program nuklirnya.

Coordenador Menteri Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Airlangga: RI Tak Masuk Daftar Negara Asia yang Dituding AS Mainkan Kurs Mata Uang

Airlangga memastikan bahwa Indonésia não termasuk dalam daftar negara-negara Ásia yang estudando okeh pemerintah Amerika Serikat (AS) mempermainkan kur mata uangnya.

img_title

VIVA.co.id

29 de abril de 2026

Fuente