Início Notícias Tragedi Horsens: Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Indonésia Gugur di Fase Grup...

Tragedi Horsens: Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Indonésia Gugur di Fase Grup Piala Thomas

19
0
Tragedi Horsens: Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Indonésia Gugur di Fase Grup Piala Thomas

Rabu, 29 de abril de 2026 – 08:40 WIB

Horsens, VIVA – Sejarah kelam tercipta bagi dunia bulu tangkis Indonésia. Para pertama kalinya sejak keikutsertaan perdana pada tahun 1958, tim putra Indonésia gagal melangkah ke babak fase gugur Piala Thomas. Kepastian pahit ini terjadi setelah Jonatan Christie dan kawan-kawan takluk 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D di Forum Horsens, Dinamarca, Rabu dini hari WIB 29 de abril de 2026.

img_title

Alwi Farhan Curhat também Pressão de Piala Thomas: Rasa Ingin Menang Itu Menghantui Saya

Runtuhnya Tradisi Raksasasa Dunia

Indonésia, yang memegang rekor leksi 14 gelar juara, selama ini dikenal sebagai kekuatan yang tak tergoyahkan di phase group. Sejak tahun 1958 hingga edisi 2024, Indonésia selalu berhasil menembus babak gugur. Catatan terburuk sebelumnya hanyalah mencapai perempat final pada edisi 2012. Namun, kekalahan mengejutkan dari Prancis di laga terakhir Grup D memastikan kepulangan lebih awal bagi skuad Merah Putih.

img_title

Terpopuler: Retorno Indonésia Lawan Tailândia di Piala Thomas, Grande Final Proliga 2026 Memanas

Drama Perhitungan Selisih Kemenangan

Meski mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan atas Aljazair (5-0) e Tailândia (3-2), Indonésia terjebak dalam persaingan sengit. Tailândia, Indonésia, e Indonésia sama-sama mengantongi poin kemenangan yang sama.

img_title

Comeback Dramatis, Ubed Bawa Indonésia Tumbangkan Tailândia di Piala Thomas 2026

Namun, berdasarkan perhitungan selisih kemenangan, Indonésia harus puas finis di peringkat ketiga. Tailândia keluar sebagai juara grupo, sementara Prancis berhak melaju ke babak selanjutnya sebagai vice-campeão.

Jalannya Pertandingan: Tekanan de Tim “Ayam Jantan”

Prancis tampil dominan sejak awal laga dengan mengamankan empat partai pertama secara beruntun:

  • Final 1: Jonathan Christie marcou o gol de Christo Popov por 19-21, 14-21.
  • Final 2: Alwi Farhan marcou o gol de Alex Lanier 16-21, 19-21.
  • Final 3: Anthony Sinisuka Ginting sempat memberikan perlawanan sengit, namun kalah tipis de Toma Junior Popov no jogo de borracha 22-20, 15-21, 20-22.
  • Ganda 1: Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani gagal menyelamatkan napas Indonésia setelah kalah dua gim langsung 19-21, 19-21 de Eloi Adam/Leo Rossi.

Indonésia baru berhasil mencuri poin di partai terakhir melalui passou ganda Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri yang menang atas duo Popov com pontuação 21-18, 19-21, 21-11. Sayangnya, kemenangan ini hanyalah hiburan semata karena nasib Indonésia sudah dipastikan tertutup.

Halaman Selanjutnya

Avaliasi Besar Menanti

Halaman Selanjutnya

Fuente