Minggu, 26 de abril de 2026 – 03:48 WIB
Mesir, VIVA – Habib Mahdi Alatas kembali buka suara menanggapi klarifikasi Syekh Ahmad Al Misry soal kepergiannya ke Mesir. Sebelumnya, Ahmad disebut menepis anggapan dirinya kabur dari proses hukum e menyatakan keberangkatannya dilakukan karena ada urusan lain.
Usai Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Sexual, Syekh Ahmad Al Misry Dikabarkan Sudah Ditahan di Mesir
Namun, Mahdi menilai alasan tersebut sulit diterima begitu saja. Ia justru menyoroti langkah Ahmad yang disebut membuat surat kuasa kepada Pablo Benua sesaat sebelum terbang ke Mesir. Menurut Mahdi, pode ser o menu Ahmad mengetahui ada persoalan hukum yang sedang berjalan. Role até tahu lebih lanjut, yuk!
“Tahu kok karena tanggal 15 itu sebelum dia terbang, dia baru membuat surat kuasa kepada saudara Pablo ya, Pablo Banua. Nah, dia baru membuat kuasa, artinya dia tahu bahwa ada kasus yang sedang berjalan,” ungkap Habib Mahdi no vídeo yang diunggah di Instagramnya, dikutip Minggu 26 de abril, 2026.
TERPOPULER: Syekh Ahmad Al Misry Ditantang Mubahalah, Respons Dokter Kamelia Usai Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara
Pernyataan itu menjadi sorotan karena Mahdi menilai keberangkatan Ahmad tak bisa dilepaskan dari kasus yang tengah ramai diperbincangkan, yaitu soal dugaan pelecehan sexual. Ia menegaskan, jika memang tak ada kaitannya dengan perkara hukum, maka tak perlu ada langkah antisipasi seperti pemberian kuasa hukum menjelang keberangkatan.
Tak berhenti di situ, Habib Mahdi também menyinggung alasan keluarga yang disebut dipakai Ahmad para não memenuhi panggilan. Ahmad sebelumnya mengaku ibunya akan menjalani operasi pada tanggal 17. Namun Mahdi mengaku menerima informasi berbeda.
Resmi Jadi Tersangka Pelecehan, Korban Syekh Ahmad Al Misry Banyak de Bogor?
Ia bahkan significa que Ahmad maupun tim kuasa hukumnya para membuka dados válidos terkait rumah sakit tempat operasi dan hasil tindakan medis tersebut.
“Karena opera terakhir itu diadakan informasi yang sangat-sangat exatamente yang saya terima itu pada 5 ou 6 tahun lalu ya, operasi tulang belakang orangtuanya,” ujarnya.
Di sisi lain, Mahdi menegaskan perjuangannya bukan para melhorar a segurança privada. Ia menyebut fokus utamanya adalah namib para korban yang selama ini memilih diam karena tekanan dan rasa takut.
Menurutnya, ada korban yang mengalami intimidasi serius. Salah satu contoh yang diungkap adalah santri di Depok, di mana ibunya didatangi dan diteror pada tengah malam lantaran anaknya seang menempuh pendidikan di Cairo.
Halaman Selanjutnya
Mahdi menilai kondisi itulah yang membuat banyak korban enggan berbicara. Mereka takut, tertekan, dan merasa kejadian yang dialami merupakan aib yang harus ditutupi.



